Bukan Cuma Kuningan, BEM dan Mapala Majalengka Ikut Tolak Geothermal Ciremai

Kamis 08-10-2026,12:30 WIB
Reporter : Ono Cahyono
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:Terungkap di Majalengka! Data BPS dan Kemensos Beda Jauh, 77 Ribu Aduan Bansos Muncul

Mahasiswa menilai aspek lingkungan dan kehidupan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam rencana pengembangan geothermal.

Mereka ingin pemerintah memastikan rencana tersebut tidak menimbulkan dampak yang merugikan kawasan Ciremai maupun masyarakat yang bergantung pada fungsi ekologisnya.

Indra menegaskan posisi mahasiswa dengan menyebut Ciremai bukan hanya kawasan pegunungan atau sumber energi.

"Bagi kami, Ciremai bukan sekadar gunung dan bukan sekadar sumber energi. Ciremai adalah sumber kehidupan. Selamatkan Ciremai! Tolak Geothermal Ciremai!" tegasnya.

BACA JUGA:Rakor Gubernur Jabar, Pemkot Cirebon Perkuat Layanan Kesehatan hingga Perlindungan Pekerja

Mapala Majalengka: Ciremai Bukan Hanya Milik Kuningan

Sikap serupa disampaikan perwakilan Mapala se-Majalengka, Delon.

Menurut dia, keikutsertaan kelompok pecinta alam dalam aksi tersebut didasari kesadaran bahwa kawasan Ciremai memiliki keterkaitan ekologis dengan sejumlah daerah di sekitarnya.

Delon menilai keberadaan Gunung Ciremai tidak hanya penting bagi masyarakat Kuningan. Kawasan tersebut juga memiliki peran dalam kehidupan masyarakat Majalengka dan Cirebon.

"Ciremai bukan hanya milik Kuningan. Ciremai juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Majalengka dan Cirebon. Karena itu, ketika ada persoalan yang menyangkut Ciremai, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk bersuara," ujarnya.

BEM dan Mapala Minta Pemkab Kuningan Dengarkan Aspirasi

Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM dan Mapala se-Majalengka menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan geothermal Ciremai bersama kelompok masyarakat dan peserta aksi lainnya.

Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil langkah terkait rencana tersebut.

Indra secara khusus meminta Bupati Kuningan tidak mengabaikan suara masyarakat yang menolak rencana pengembangan geothermal.

"Kami berharap Bapak Bupati tidak hanya menjadi penonton. Kalau memang belum mengetahui seluruh persoalannya, mari dengarkan suara masyarakat dan bersama-sama menjaga Ciremai," tegas Indra.

Kategori :