XMAX atau Forza? Selisih Tinggi Jok Cuma 15 mm, tapi Efeknya Terasa

Kamis 08-10-2026,16:39 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Karakter tersebut membuat XMAX menarik bagi pengendara dengan postur lebih tinggi atau mereka yang sering melakukan perjalanan jauh.

Sementara itu, Forza menawarkan jok yang lebih rendah. Bagi pengendara dengan postur tidak terlalu tinggi, tinggi jok 780 mm dapat memberikan rasa percaya diri lebih saat berhenti dan menapak.

Dari sisi mesin, XMAX menggunakan mesin 249,8 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 16,8 kW pada 7.000 rpm dan torsi 24,3 Nm pada 5.500 rpm.

Honda Forza mengandalkan mesin 249 cc dengan tenaga maksimum 17 kW pada 7.750 rpm dan torsi 24 Nm pada 6.250 rpm.

Perbedaan juga terdapat pada kapasitas tangki bahan bakar. XMAX memiliki tangki 13 liter, sedangkan Forza berkapasitas 11,7 liter.

Namun, untuk kebutuhan touring, angka tenaga bukan satu-satunya penentu kenyamanan. 

Posisi duduk, ruang gerak kaki, perlindungan angin, karakter suspensi, serta kemampuan pengendara mempertahankan posisi tubuh dalam waktu lama justru menjadi faktor yang lebih terasa.

Jadi, Mana yang Lebih Nyaman?

Yamaha XMAX lebih menarik bagi pengendara yang mengutamakan ruang kaki luas, posisi pijakan fleksibel, wheelbase panjang, dan kapasitas tangki lebih besar.

Sementara itu, Honda Forza bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang menginginkan jok lebih rendah, bodi sedikit lebih ringkas, serta electric adjustable windscreen untuk membantu mengatur terpaan angin.

Dengan karakter tersebut, XMAX cenderung menawarkan pengalaman berkendara yang lebih lega dan stabil. 

Sementara Forza memberikan kemudahan melalui posisi jok yang lebih rendah dan dimensi yang lebih kompak.

Pada akhirnya, pilihan paling nyaman tetap bergantung pada postur tubuh dan gaya berkendara masing-masing. 

Bagi pengendara bertubuh tinggi yang mengutamakan keleluasaan kaki, XMAX bisa lebih menarik. 

Sebaliknya, pengendara yang mengutamakan kemudahan saat menapak dapat mempertimbangkan Forza.

*Ditulis oleh Muhamad Ammar Robbani, mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kategori :