Salah satu metode yang dikutip Bola.com menggunakan empat arah utama, yaitu Timur, Selatan, Barat, dan Utara.
Dalam metode tersebut, petungan juga mengenal kategori sandang, pangan, sakit, dan pati.
Kategori-kategori itu kemudian dikaitkan dengan arah mata angin berdasarkan kombinasi hari dan pasaran tertentu.
Sebagai contoh, Rabu Pahing memiliki susunan arah sebagai berikut:
• Sandang: Utara
• Pangan: Barat
• Sakit: Timur
• Pati: Selatan
Dalam pembacaan yang berkaitan dengan penghidupan, kategori sandang dan pangan dapat menjadi bagian dari refleksi mengenai arah usaha atau aktivitas ekonomi.
Namun, penting untuk memahami bahwa hasil petungan dapat berbeda antara satu sumber Primbon Jawa dan sumber lainnya.
Karena itu, pembaca perlu memperhatikan tabel serta metode yang digunakan sebelum menarik kesimpulan.
4. Jadikan Arah Rezeki sebagai Panduan, Bukan Kepastian
Dalam tradisi Jawa, arah rezeki tidak seharusnya dipahami sebagai aturan mutlak yang mengharuskan seseorang meninggalkan pekerjaan atau berpindah tempat karena arah tertentu dianggap kurang sesuai.
Sebaliknya, petungan tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari tradisi budaya yang dahulu digunakan untuk mempertimbangkan pilihan hidup dan aktivitas ekonomi.
Misalnya, seseorang yang memperoleh petunjuk arah Timur dan Barat dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu pertimbangan ketika mencari peluang usaha, membangun jaringan bisnis, atau merencanakan perjalanan pekerjaan.
Suara.com juga menjelaskan bahwa arah weton dapat digunakan sebagai pertimbangan tradisional dalam memilih lokasi usaha, tempat tinggal, maupun perjalanan bisnis.