• Level 2
Sistem dapat membantu dalam mengemudikan dan mengatur kecepatan secara bersamaan, tetapi pengemudi masih perlu memperhatikan.
• Level 3
Sistem mampu melaksanakan tugas mengemudi dalam situasi tertentu, di mana pengemudi harus siap mengambil alih saat diminta.
• Level 4
Kendaraan dapat beroperasi sendiri tanpa memerlukan campur tangan pengemudi di area atau kondisi tertentu yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Sisi Humanis Kapolresta Cirebon Makan Siang Bareng Santri
• Level 5
Kendaraan bisa melakukan semua tugas berkendara di berbagai kondisi yang dapat ditangani oleh manusia.
Perbedaan level tersebut penting untuk dipahami karena istilah berkendara otonom sering kali dipakai secara luas dalam iklan dan promosi.Contohnya, kendaraan dengan fitur penjaga jalur dan pengatur kecepatan yang adaptif tidak selalu dapat mengemudikan diri sendiri tanpa bantuan.
Sensor Canggih Jadi Kunci Kendaraan OtonomSalah satu elemen kunci dalam pengembangan kendaraan otonom adalah teknologi sensor.Kamera dimanfaatkan untuk mengenali tanda-tanda jalan, lampu lalu lintas, kendaraan, serta objek visual lain.
Radar berfungsi untuk mendeteksi lokasi dan gerakan objek, bahkan dalam kondisi tertentu saat penglihatan kamera terbatas.Sementara itu, LiDAR memanfaatkan cahaya laser untuk mengukur jarak dan membentuk gambaran tiga dimensi dari lingkungan sekitar.
Tidak semua kendaraan otonom mengadopsi kombinasi sensor yang serupa. Beberapa pengembang mengandalkan pada kamera dan radar, sedangkan yang lain mempertimbangkan LiDAR sebagai bagian penting dari sistem persepsi.
BACA JUGA:Meramal Peluang Rafael Struick Gantikan Ole Romeny di Timnas untuk FIFA Matchday 2026, Bisa?
Kecerdasan Buatan Membantu Mobil Memahami Kondisi JalanSelain alat sensor, kecerdasan buatan atau AI merupakan salah satu inovasi yang berkontribusi dalam pengembangan sistem mengemudi otonom.
AI dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi objek, memprediksi gerakan pengguna jalan, serta membantu sistem dalam merencanakan reaksi kendaraan.Misalnya, ketika mobil merasakan bahwa kendaraan di depannya memperlambat laju, sistem dapat menilai jarak, kecepatan, dan situasi lalu lintas untuk menentukan reaksi yang tepat.