Siap-Siap Perang Lagi, Ketegangan AS dan Iran Berada di Level Tertinggi

Minggu 01-11-2026,23:14 WIB
Reporter : Yuda Sanjaya
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:9 Medali Emas, Taekwondo Kota Cirebon Juara Umum Caruban Battle Expo II 2026

Situasi tersebut juga dipengaruhi dinamika politik dalam negeri AS, termasuk agenda pemilu paruh waktu yang menjadi salah satu pertimbangan politik pemerintahan Washington.

Di sisi lain, Iran mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang baru. 

Sejumlah pejabat dan petinggi militer negara tersebut memperingatkan bahwa serangan balasan akan dilakukan apabila AS kembali melancarkan operasi militer.

Melalui pernyataan Ayatullah Mojtaba dan sejumlah pejabat militer lainnya, Iran menegaskan bahwa serangan balasan akan dilakukan dengan segera dan tanpa batasan geografis.

Ancaman tersebut membuka kemungkinan konflik meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah, terutama jika serangan dan aksi balasan terus berlangsung.

IRGC Siapkan Senjata Baru untuk Perang Berkepanjangan

Ancaman Iran tidak berhenti pada pernyataan politik dan diplomatik.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kesiapannya menghadapi perang berkepanjangan. 

Mereka juga mengisyaratkan bakal mengerahkan persenjataan baru dengan kemampuan yang lebih canggih.

Selain itu, Iran mengancam akan menyasar target-target baru yang sebelumnya belum pernah menjadi sasaran serangan.

Pernyataan lain yang tidak kalah serius datang dari Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezai.

Ia menyatakan Iran membuka wacana untuk mengubah doktrin nuklirnya apabila fasilitas nuklir negara tersebut kembali menjadi sasaran serangan.

Sikap ini menunjukkan bahwa Teheran berpotensi mengambil langkah lebih jauh jika konflik kembali meningkat.

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa akhir dari eskalasi konflik tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Amerika Serikat.

Iran menyatakan bahwa pihaknya sendiri yang akan menentukan bagaimana konflik tersebut berakhir.

Kategori :