FPDIP Minta SKPD Penuhi Lima Indikator Kinerja SUMBER - Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Kabupaten Cirebon mengancam akan mencoret sejumlah program pemberdayaan desa. Jika dalam penerapan program tersebut tidak memiliki 5 indikator kinerja yakni input, output, outcome, benefit dan impact. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Bejo Kasiyono mengapresiasi pemerintah Kabupaten Cirebon yang memasukkan program Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam RAPBD tahun 2015. Sebab, program pembangunan yang dilakukan berbasis pedesaan, sehingga menyentuh masyarakat secara langsung. Diharapkan, program ini menjadi media percepatan pembangunan desa, sekaligus mengurangi disparitas antara pedesaan dan perkotaan. “Dengan demikian, arus urbanisasi dan dampak negatifnya bisa eliminir,” ucapnya. Tapi jika dalam pembahasan RAPBD tahun 2015 nanti, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak mampu menjelaskan 5 indikator (kinerja, yakni input, output, outcome, benefit dan impact) dalam program tersebut. Maka, Fraksi PDI Perjuangan akan mempertimbangkan untuk dihapus saja, apalagi jika mekanisme dan sistem penerapannya juga tidak jelas. “Kami berpendapat, pemberdayaan rakyat desa itu penting dan relevan dengan persoalan Kabupaten Cirebon saat ini. Oleh Karena itu, kami minta regulasi program tersebut dibuat secara jelas dan akuntabel,” tegasnya. Dijelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, program semacam ini tidak jelas indikator kinerja dan sasarannya. Ditambah lagi, program akan semakin kacau jika mekanisme dan sistemnya tidak transparan dan akuntabel. Sehingga, yang terjadi hanya penyerapannya saja, sementara outputnya tidak berdampak apa-apa. “Pengalaman yang lalu, digulirkan program permodalan usaha kecil Kelompok Usaha Bersama (KUBE), niatnya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan model permodalan bergulir. Sekian tahun bergulir, tapi pihak eksekutif selalu sulit mengungkapkan data kepada kami (DPRD) sudah berapa persen program ini terserah oleh masyarakat dan tingkat keberhasilannya sejauhmana,” jelasnya. Pihaknya ingin, program semacam ini tidak hanya menjadi pemenuh janji politik dan penguat citra kepada masyarakat semata. Tapi, harus benar-benar direalisasikan sesuai dengan target yang dicanangkan. “Program pemberdayaan masyarakat ini jangan dijadikan ajang memperdaya masyarakat,” pungkasnya. (jun)
Ancam Coret Program Pemberdayaan Desa
Sabtu 15-11-2014,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 12-10-2026,05:07 WIB
Rekomendasi 7 HP Kamera Bagus 2026, Desain Modern dan Cocok untuk Konten
Senin 12-10-2026,03:21 WIB
Dari Juara Hingga Cedera, Imbas FIFA ASEAN Cup 2026, Ole Romeny Diparkir Oleh Fortuna Sittard
Senin 12-10-2026,02:21 WIB
Kecil-kecil Cabai Rawit, Ini 10 Mobil City Car Bekas Mungil, Kapasitas Mesin 1.5L Gede, Berikut Punya Turbo
Senin 12-10-2026,05:53 WIB
Tak Perlu HP Mahal! Ini 5 Pilihan Smartphone RAM Besar untuk Multitasking
Senin 12-10-2026,13:00 WIB
Harga Yamaha XMax Bekas 2026: Perbandingan Tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025
Terkini
Senin 12-10-2026,22:01 WIB
Ulon Padel Competition 2026 Sukses Digelar di Cirebon, 200 Peserta Rebutkan Hadiah Rp50 Juta
Senin 12-10-2026,21:02 WIB
Di Kawasan ASEAN, Ternyata Negara Ini yang Pertama Kali Gunakan Pemain Naturalisasi, Bukan Indonesia
Senin 12-10-2026,20:28 WIB
PSSI Bereaksi atas Dugaan Penyerangan Bus EPA Persib U-18, Polisi Amankan Satu Orang
Senin 12-10-2026,20:01 WIB
Pemkot Cirebon Benahi Drainase Jalan Tentara Pelajar dan Pancuran, Genangan Jadi Sorotan
Senin 12-10-2026,19:32 WIB