CIREBON – Owner Indora FC Kabupaten Cirebon, H Wawan Sudirwan merasa kesal dengan panitia turnamen terbuka Super Liga I Pemuda Futsal. Soalnya, sebanyak 48 pemain futsal Indora dilarang ikut tampil di turnamen yang berlangsung pada tanggal 29-30 November di Pemuda Sport Center, Jl Pemuda Kota Cirebon tersebut. Wawan tak habis pikir mengapa panitia mem-blacklist para pemainnya. Alasan panitia mencekal para pemainnya, menurut Wawan tak masuk akal. Turnamen yang diikuti 50 tim futsal sewilayah III Cirebon itu mencekal 48 pemain Indora hanya karena klub futsal asal Kabupaten Cirebon itu menguasai turnamen serupa yang digelar Pemuda Sport Center di ulang tahunnya yang kedua, September lalu. Ketika itu, Indora menurunkan empat tim. Keempat wakil Indora lolos ke semifinal. Panitia mengeluarkan surat edaran dengan mencantumkan nama 48 pemain Indora yang dicekal. Dalam surat edaran itu dikatakan, panitia tidak menizinkan 48 pemain Indora untuk sementara. Itu dilakukan untuk memberikan kesempaatan kepada tim futsal lain agar dapat berprestasi. “Alasan itu tidak masuk akal. Larangan bermain ini bukan hanya kepada Indora sebagai tim, namun kepada individu-individu para pemain. Bahkan para pemain tidak boleh ikut turnamen itu meski membela klub lain,” ujar Wawan. Wawan menyebut, sikap panitia dapat menghambat pembinaan pemain futsal di wilayah Cirebon. “Seharusnya, otoritas futsal di Kota Cirebon, baik PSSI maupun Asosiasi Futsal Kota Cirebon (AFKC) mengatur regulasi yang jelas agar para pemilik lapangan futsal tidak asal membuat aturan,” tegasnya. Di sisi lain, salah satu pentolan AFKC, Mohammad Saeko mengungkapkan bahwa kebijakan melarang 48 pemain Indora terlibat dalam turnamen tersebut murni keputusan panitia internal Super Liga I Pemuda Futsal. “Ibu Yati, Ketua Panitia Super Liga I Pemuda Futsal menyampaikan peraturan tersebut. Saya sendiri terkejut dengan aturan tersebut dan merasa tidak enak hati kepada teman-teman Indora,” ujarnya. Eko mengatakan, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa dengan aturan tersebut. Pasalnya, legalitas AFKC masih ngambang pasca Kongres PSSI Kota Cirebon, 26 September lalu. “AFKC harus dibenahi. Saya berharap segera digelar kongres agar legalitasnya jelas. Dengan begitu, setiap pemilik lapangan futsal yang akan menggelar turnamen harus mendapat rekomendasi AFKC,” paparnya. Sementara itu, Super Liga 1 Pemuda Futsal berlangsung kompetitif. Sebanyak 50 tim futsal bersaing ketat untuk menjadi juara. Hasil akhirnya, menempatkan King Persada Kota Cirebon sebagai juara pertama dan El Fahd Kota Cirebon sebagai runner-up. Di final, King Persada mengalahkan El Fahd 5-2. (ttr)
Legalitas AFKC Masih ”Ngambang”
Senin 01-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,23:29 WIB
Curanmor di Palimanan Terekam CCTV, Motor Karyawan Rumah Makan Raib dalam Hitungan Detik
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Jumat 13-03-2026,20:01 WIB
Polresta Cirebon Gelar GPM, 1.567 Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Jumat 13-03-2026,20:31 WIB
Ramai Investasi Emas Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Jumat 13-03-2026,21:07 WIB
Jelang Idulfitri, Polres Cirebon Kota Gelar GPM untuk Warga
Terkini
Sabtu 14-03-2026,19:00 WIB
Pemain Sinetron 'Istiqomah Cinta' Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan
Sabtu 14-03-2026,18:03 WIB
Mau Rezeki Datang Terus? Coba Pakai Warna yang Satu Ini
Sabtu 14-03-2026,17:31 WIB
Senengnya Dapat Ikan Jumbo di Tradisi Gobyag Lauk Kabupaten Kuningan
Sabtu 14-03-2026,17:05 WIB
GBK Bakal Panas! Ini Jadwal Lengkap Indonesia di FIFA Series 2026
Sabtu 14-03-2026,16:39 WIB