Yakin Sanksi Bisa Diperingan Komding PSSI JAKARTA - PSS Sleman dan PSIS Semarang sudah mengantongi surat resmi sanksi dari pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam rentang waktu sepekan ke depan bakal jadi masa kedua tim membentuk tim advokasi untuk merealisasikan banding. Masa durasi mengajukan memori banding sendiri akan berakhir pada 4 Desember mendatang, atau 14 hari setelah keputusan Komdis PSSI dijatuhkan. Sementara, surat tertulis menyatakan sanksi personal bagi pemain, pelatih, dan ofisial PSS-PSIS baru diterima pada Jumat yang lalu (28/11). Praktis, terhitung dari tanggal itu, manajemen kedua klub langsung bergerak cepat membentuk tim advokasi. Dari PSIS misalnya. Mereka sudah menunjuk delapan orang tim advokasi supaya langkahnya membanding keputusan sanksi Komdis PSSI berjalan mulus. Tim delapan tersebut diketuai oleh General Manager (GM) PSIS, Kairul Anwar. Nantinya, Kairul akan didampingi nama-nama seperti Yakob Adi Krisanto, A Dwi Nuryanto, Paulus Sirait, R Agung Utoyo, Tri Yunianto, M Reza Kurniawan dan Lina Apriliani. \"Sampai saat ini kami masih menyusun berkas bandingnya, kami targetkan pada Selasa besok (2/12) itu semua sudah bisa kami kirimkan ke Jakarta,\" ujar Kairul, kemarin (30/11). Kairul menuturkan, untuk penyusunan memori banding sudah hampir mencapai hasil akhir. Semuanya terus dikebut jajarannya selama dua hari terakhir ini. Untuk saat ini, banding itu sudah tinggal masa penyempurnaan saja. Penyusunan itu dikebut dengan melalui diskusi yang panjang supaya banding berhasil. Untuk memuluskan banding itu, Kairul menyebut tidak ada upaya istimewa dari pihaknya. Itu semua dilakukan sesuai dengan prosedur. \"Yang kami kupas dalam penyusunan itu, apakah dari sisi pasal yang dikenakan sudah sesuai atau tidak dengan kondisi sesungguhnya di lapangan,\" ungkap anggota Komdis PSSI Asprov Jateng itu. Besar harapan banding tersebut bisa diterima oleh Komding (Komisi Banding) PSSI dan sanksi berat bisa diralat atau bahkan bisa dihapuskan. Sebagai langkah awal, manajer PSIS Wahyu Winarto menyatakan bahwa mulai hari ini pihaknya bakal memanggil kembali para pemain yang namanya terkena sanksi dari Komdis PSSI. Gunanya, adalah mencocokkan bunyi pernyataan banding dengan pengakuan dari para pemain. Secara terpisah, Manajer PSS, Supardjiono berharap banyak dengan upaya dari tim advokasinya, Jika PSIS menyertakan delapan orang pengacara, maka PSS menempatkan sepuluh pengacara di dalam tim hukumnya. Kesepuluh pengacara itu diketuai oleh Achiel Suyanto. \"Hari ini harapan kami itu sudah jadi,\" klaim Pardji, sapaan akrabnya. Dengan mengusung tim advokasi ini, Pardji menginginkan adanya hasil bagus di akhir banding. \"Mudah-mudahan upaya banding kami nanti berhasil. Kalau bisa, ya mereka semua bisa bebas dari sanksi. Itu harapan kami. Sekarang tinggal melihat bagaimana keputusan Komding PSSI,\" tegasnya. (ren/ko)
PSS-PSIS Bentuk Tim Advokasi
Senin 01-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 18-09-2026,09:25 WIB
Info Pesawat Jatuh di Bode Plumbon Cirebon Bikin Geger, Diskominfo: Hoax!
Jumat 18-09-2026,13:29 WIB
Video Sesama Jenis di Hotel Cirebon Viral, Satgas Pemuda Anti LGBT Siapkan Langkah Hukum
Jumat 18-09-2026,10:00 WIB
Botol Bedak Berisi Sabu dan Trihex, Penyelundupan Berhasil Digagalkan Petugas Rutan Cirebon
Jumat 18-09-2026,02:03 WIB
TMMD Imbangan ke-129 Tuntas, Jalan 820 Meter di Gunungmanik Kuningan Buka Akses ke Curug Payung
Jumat 18-09-2026,06:23 WIB
7 Tanaman Hias Indoor Pembawa Rezeki & Keberuntungan, yang Cocok Untuk Kamar Tidur Hingga Ruang Tamu
Terkini
Sabtu 19-09-2026,00:40 WIB
6 Tanaman Hias Pengalir Rezeki yang Populer, dari Pachira hingga Sirih Gading, Cek Disini
Jumat 18-09-2026,23:43 WIB
Bukan Sekadar Dekorasi, 6 Tanaman Hias Ini Dipercaya Membawa Rezeki Bagi Pemilik Rumah
Jumat 18-09-2026,23:08 WIB
Ingin Rumah Terasa Sejuk? Ini 6 Tanaman Hias Pengalir Rezeki yang Bisa Dipilih
Jumat 18-09-2026,22:49 WIB
Ingin Rezeki Mengalir Deras? Yuk Koleksi Jenis Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Ini
Jumat 18-09-2026,22:17 WIB