KUNINGAN - Di wilayah Priangan sudah ada penentuan harga eceran tertinggi (HET) untuk gas 3 kg (gas melon). Namun untuk wilayah III Cirebon hingga saat ini belum ada keputusan. Lambatnya keputusan HET karena ada dua daerah yang belum mengeluarkan Perbup. Dua daerah itu yakni Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon. Sementara Kuningan dan Indramayu sendiri sudah ada. “Salah satu alasan HET gas melon belum keluar adalah karena belum keluarnya dua perbup di Majalengka dan Kabupaten Cirebon,” kata Kabag Ekonomi Setda Kuningan Trisman Supariatna MPd kepada Radar, kemarin (7/12). Menurut dia, setelah adanya Perbup maka akan ada pertemuan dengan Hiswana Migas untuk membahas masalah harga. Kalau tidak ada hambatan minggu depan digelar pertemuan. “Untuk harga akan seragam, karena kalau berbeda akan berbahaya. Bisa menyebabkan rembesan kalau ada yang lebih dan kurang,” jelasnya. Sebelumnya, hasil pertemuan pihak Pemkab Kuningan dengan Hiswana Migas pada Rabu (19/11) lalu memang belum menentukan besaran kenaikan harga gas melon. Namun, dari pertemuan itu baik Pemkab maupun Hiswana Migas sudah memiliki gambaran mengenai besaran kenaikan gas akibat dampat kenaikan BBM. Menurut dia, untuk penentuan harga pihak Hiswana akan mengajukan karena harga yang diajukan adalah harga untuk biaya operasional saja, karena gas dari Pertamina tidak akan dinaikan. Dikatakan, setelah ada kesepatkan dan itu juga hasil perhitungan matang maka pemerintah menyetujuinya. Mengenai perkiraan harga dikisaran Rp16 ribu atau naik dari Rp13.400. Harga Rp16 ribu di tingkat agen. “Itu hanya gambaran saja bisa saja kurang bisa juga sama dengan perkiraan. Untuk harga baru kemungkinan pada pekan depan sudah ditentukan,” ucap mantan kabag umum Setda Kuningan itu. Dengan belum ada kenaikan harga maka kata Trisman, harga gas tetap sama seperti semula. Setelah ada harga baru pasti pemerintah akan mengumumkan agar harga di tingkat pengecer tidak liar. Sementara itu, para pemilik pangkalan dan juga pengecer hingga saat ini terus menunggu kenaikan harga gas. Mereka tidak berani menaikan secara sepihak. “Iya belum ada keputusan mengenai harga baru. Saya bersyukur Kuningan sudah keluar Perbup-nya. Meski Kuningan sudah tapi Hiswana Migas mau penerapan HET secara serentak sewilayah 3 Cirebon,” ucap Ading Sugandi salah satu pemilik agen gas di wiliyah Kuningan timur. Hal yang sama juga diungkapkan Nono pemiliik pangkalan. Menurut dia, harga gas belum dinaikan karena menunggu infomasi dari pihak pemerintah. “Kalau ada instruksi naik maka saya juga akan langsung menaikannya,” sebutnya. (mus)
Penerapan HET Gas 3 Kg Lambat
Senin 08-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 30-09-2026,05:13 WIB
Panduan Membeli Mobil Bekas Suzuki Ertiga Gen 1, Kelebihan Mesin K14B Irit BBM, Kekurangan Cuma Ini
Rabu 30-09-2026,12:35 WIB
Cari Mobil Keluarga Murah? 5 Mobil Bekas Terjangkau Harga Rp80 Jutaan Ini Menarik untuk Dimiliki
Rabu 30-09-2026,08:22 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Dipecat Jika Indonesia Menang Lawan Bangladesh dengan Skor Tipis
Rabu 30-09-2026,07:25 WIB
Cara Memilih Toyota Rush G 2019 Bekas, Jangan Terpaku Harga Sebelum Cek Mesin, Bodi dan Dokumen
Rabu 30-09-2026,06:08 WIB
3 Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Skenario Ini Jadi Pilihan Terbaik Garuda
Terkini
Kamis 01-10-2026,05:01 WIB
30 Perlintasan Kereta di Kabupaten Cirebon Jadi Sorotan, Baru 8 Titik Dapat Fasilitas Keselamatan
Kamis 01-10-2026,04:01 WIB
30 September 2026, Pemdes Heuleut Majalengka Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang
Kamis 01-10-2026,03:03 WIB
Usai Kasus Lapas Cibinong, DPRD Kuningan Sidak Lapas Kelas IIA, Ternyata Ini Hasilnya
Kamis 01-10-2026,02:01 WIB
Susunan Lengkap PBNU 2026-2031 Diumumkan, Gus Kikin Jadi Ketua Umum dan Gus Gudfan Sekjen
Rabu 30-09-2026,23:53 WIB