JAKARTA - Entah serius atau tidak, PSSI kembali memberikan ancaman kepada klub-klub yang masih menunggak gaji pemain. Mereka terancam tak bisa mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Ancaman tersebut dilontarkan oleh Sekjen PSSI, Djoko Driyono setelah adanya laporan bahwa tujuh klub peserta ISL, belum melunasi gaji pemainnya. Klub-klub itu adalah Persija Jakarta, Arema Cronous, Pelita Bandung Raya (PBR), Mitra Kukar, Persebaya, Persiba Balikpapan, dan PSM Makassar. Namun, sanksi itu bersyarat. Jadi, apabila klub yang bersangkutan tak memiliki aset yang cukup ke depannya untuk melunasi tunggakan, maka sanksi larangan mengikuti kompetisi itu otomatis berlaku \"Yang tidak taat bakal diberi sanksi. Sebelumnya, sanksi tanpa pemain asing atau jumlah pemain terbatas. Saya mendapat sinyal kuat dari PSSI bahwa persoalan itu tidak ada toleransi. Kalau aset tidak mencukupi untuk membayar utang tidak bisa mengikuti kompetisi,\" katanya kemarin (9/12). Aset yang yang dimaksud menurut Djoko bisa dilihat salah satunya dari potensi revenue sharing dari kompetisi. Untuk tahun depan, lanjut dia, potensi yang akan didapatkan oleh klub Rp2 hingga Rp3 miliar. \"Asumsi yang didapat klub tahun depan, Rp2 hingga Rp3 miliar. Boleh main, jika jumlahnya terukur. Kalau utang melampaui proyeksi kontribusi komersial, tidak boleh,\" tegas lelaki yang juga CEO PT LI tersebut. Sejauh ini, Djoko menyebut klub-klub ISL masih memiliki proyeksi pemasukan sampai Rp1 miliar sebagai revenue komersial dari musim lalu. Rencananya, itu akan diberikan usai rapat umum pemegang saham (RUPS). Meski demikian, jumlah komersial itu tidak akan sama diterima oleh setiap klub. Sebab, jumlah Rp1 miliar itu akan dipotong sanksi-sanksi denda yang diterima oleh klub dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Denda sanksi itu langsung dipotongkan oleh PSSI kepada dana komersial klub tersebut karena klub tidak pernah membayarkan sanksi setelah diputus sanksi denda oleh Komdis. \"Mayoritas klub masih memiliki sekitar Rp1 miliar dari kontribusi komersial musim 2014. Itu akan diberikan RUPS. Jumlah yang diberikan setelah dipotong denda Komdis dan sebagainya,\" papar lelaki asal Ngawi itu. RUPS sendiri direncanakan digelar pada 23 Desember 2014 atau paling lambat pada awal Januari 2015. Sebelumnya, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis daftar klub yang menunggak per akhir November. Mereka antara lain Arema masih menunggak satu bulan gaji, Persija (empat bulan), PBR (dua bulan), Mitra Kukar (empat bulan), Persebaya (tiga bulan), Persiba (dua bulan), dan PSM (tiga bulan). (aam)
Beri Ancaman Kepada Klub
Rabu 10-12-2014,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 18-09-2026,09:25 WIB
Info Pesawat Jatuh di Bode Plumbon Cirebon Bikin Geger, Diskominfo: Hoax!
Kamis 17-09-2026,15:02 WIB
Punya Tunggakan BPJS? Ini Cara Membayar dan Mengaktifkan Kembali Kepesertaan
Kamis 17-09-2026,18:04 WIB
September 2026 Masih Kemarau, BMKG Ungkap Kapan Musim Hujan Mulai Datang
Kamis 17-09-2026,22:21 WIB
Viral Kepala DLH Majalengka Sebut Pernah 5 Kali ke Mekkah, Begini Klarifikasinya
Kamis 17-09-2026,16:41 WIB
Bongkar Kehebatan Taisei Marukawa: Cek Daftar Kemampuan dan Potensinya untuk Timnas Indonesia
Terkini
Jumat 18-09-2026,14:11 WIB
Jay Idzes Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Simak Pesan Sang Kapten
Jumat 18-09-2026,14:01 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kapabilitas UMK Mitra Binaan Lewat Pelatihan Pertanian dan Peternakan
Jumat 18-09-2026,13:34 WIB
MSP Peduli Kesehatan Mata, 127 Siswa SDN Kemakmuran 2 Terima Kacamata
Jumat 18-09-2026,13:29 WIB
Video Sesama Jenis di Hotel Cirebon Viral, Satgas Pemuda Anti LGBT Siapkan Langkah Hukum
Jumat 18-09-2026,13:26 WIB