KUNINGAN - H Aang Hamid Suganda kembali terpilih sebagai ketua Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama (Kuningan, Cirebon, Ciamis, Cilacap, Banjar, Brebes dan Majalengka). Aang ditetapkan sebagai ketua untuk periode 2015-2017 dalam Rapat Paripurna BKAD Kunci Bersamadi Gedung Wanita Kuningan, Minggu (28/12). Mantan Bupati Kuningan dua periode ini secara mengejutkan terpilih secara aklamasi oleh bupati/walikota daerah perbatasan Kunci Bersama sebagai pemilih. Keinginan besar agar Aang kembali memimpin Sekretariat Bersama (Sekber) BKAD muncul dari ide para anggota BKAD itu sendiri. Aang dianggap memiliki akselerasi luar biasa dalam memanfaatkan BKAD sebagai wadah untuk membangun daerah perbatasan. Programnya juga dinilai sudah berjalan secara baik dan berkesinambungan. Dukungan Pemkab Kuningan kuat, punya sekretariat representatif, serta telah dimilikinya sumber daya manusia terasah dan mumpuni. Sehingga jika diganti dengan ketua dan pengurus baru dengan sekretariat di luar Kuningan, dikhawatirkan BKAD menjadi stagnan. Yang membanggakan, Aang berhasil mengantarkan BKAD Kunci Bersama meraih anugerah kerjasama antar daerah terbaik di Indonesia dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. “Intinya, Pak Aang dirasakan sendiri oleh semua anggota BKAD sudah paham, dan menguasai masalah beserta solusi daerah perbatasan. Maka para anggota sepakat untuk lebih memilih kembali Pak Aang menjadi ketua. Pak Aang terpilih secara aklamasi,” terang Dewan Pakar BKAD Kunci Bersama, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi kepada Radar. Selain terpilihnya kembali pria bergelar Bapak Pembangunan Kuningan ini menjadi ketua BKAD, lanjut Dr Dian, BKAD juga kedatangan anggota baru. Yaitu Kabupaten Pangandaran. Secara resmi, kabupaten baru pecahan Kabupaten Ciamis ini ditetapkan dalam rapat paripurna. “Sejak resmi berpisah dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran sudah tertarik dengan kerjasama perbatasan BKAD. Aliansi daerah ini dianggap unik, programnya jelas dan nyata. Jadi Pangandaran sebagai kabupaten baru berharap BKAD bisa memberikan warna percepatan pembangunan daerahnya,” ungkap Kepala Dinas Pendapatan Kuningan ini. Ketua BKAD Kunci Bersama, H Aang Hamid Suganda mencermati perkembangan kerjasama antar daerah Kunci Bersama ini seperti flash back baginya. Tiga tahun lalu, ia melontarkan gagasan Kuningan Summit atas dasar keinginan untuk mendapat solusi percepatan pembangunan kawasan perbatasan. Terutama perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Alhamdulillah, kerjasama ini telah berbuah manis. Beberapa giat pembangunan perbatasan berhasil dilakukan. Ini wujud komitmen dari para kepala daerah anggota Kunci Bersama, serta dukungan nyata pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ungkap Aang. Kedepan Aang bertekad kerjasama ini lebih optimalkan dan berkembang. Sehingga mampu mengatasi berbagai permasalahan. Utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah perbatasan. Diingatkannya, bahwa kerjasama ini merupakan bagian integral dari penyelenggaraan program pembangunan nasional dan daerah yang lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Kerjasama ini jelas akan menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat daerah perbatasan,” imbuhnya. (tat)
Aang Pimpin BKAD Kunci Bersama Lagi
Senin 29-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 29-09-2026,17:30 WIB
Ramalan Zodiak Leo, Scorpio, dan Aquarius Minggu Ini: Saatnya Atur Energi, Fokus, dan Hubungan
Selasa 29-09-2026,23:02 WIB
Tanaman Minimalis Hias Ini Cocok untuk Rumah Kecil, Nomor 4 Paling Menarik dan Banyak Dicari
Rabu 30-09-2026,05:13 WIB
Panduan Membeli Mobil Bekas Suzuki Ertiga Gen 1, Kelebihan Mesin K14B Irit BBM, Kekurangan Cuma Ini
Selasa 29-09-2026,15:00 WIB
Terbukti Secara Ilmiah, Ini 7 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh
Selasa 29-09-2026,19:32 WIB
DPRD Kabupaten Cirebon Konsultasi ke Kemendagri soal Seleksi Dirut Tirta Jati
Terkini
Rabu 30-09-2026,13:50 WIB
Polisi Amankan 5 Pelajar Diduga Hendak Tawuran di Winong, Dua Celurit Disita
Rabu 30-09-2026,13:31 WIB
Pemkab Cirebon Jajaki Pemanfaatan Aset Ciperna untuk Dorong Investasi dan Ekonomi Daerah
Rabu 30-09-2026,13:27 WIB
Gempa Megathrust Bukan Omong Kosong, Belum Bisa Diprediksi Kapan Terjadi, Pahami Tabiatnya
Rabu 30-09-2026,13:00 WIB
15 Santri Mambaul Ulum Mendadak Demam Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya
Rabu 30-09-2026,12:35 WIB