LOSARI- Penyelidikan dugaan korupsi bantuan sosial, keuangan dan hibah APBD 2009-2014 yang masih dilakukan Kejaksaan Agung, mendorong sejumlah penerima mengungkapkan pengakuan adanya pemotongan. Di Kecamatan Losari, sejumlah warga akhirnya buka suara terkait adanya pemotongan bantuan yang jumlahnya tidak sedikit. Penerima bantuan asal Desa Barisan, Kecamatan Losari, Suwardi mengatakan, dirinya mendapatkan bantuan penggemukkan kambing pada tahun 2009 sebesar Rp10 juta yang dalam pengajuannya dibantu pengurus anak cabang (PAC) sebuah partai politik. “Waktu itu memang ada pemotongan dan jumlahnya cukup besar. Tapi saya nggak tahu potongan itu buat apa,” ucap Suwardi, kepada Radar, Minggu (28/12). Diungkapkan Suwardi, bantuan itu memang dicairkannya melalui bank. Pencairan melalui rekening itu sekitar Rp10 juta. Kemudian, setelah bantuan diterima, ketua PAC dari salah satu parpol meminta Rp4 juta dengan berbagai alasan. Beruntung, sisa uang dari bantuan itu masih termanfaatkan dengan membeli enam ekor kambing. “Waktu itu kelompok saya yang nerima bantuan namanya kelompok Barisan Jaya. Setelah membeli enam kambing, masih ada uang sisa untuk membuat kandang kambing. Sekarang kambingnya sudah nggak ada,” tuturnya. Salah seorang sumber Radar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pemotongan tersebut tidak hanya terjadi pada Suwardi. Pemotongan terjadi di setiap desa yang ada di Kecamatan Losari, karena ketua PAC itu lingkupnya kecamatan. “Hampir semua dipotong,” ucap sumber yang enggan diungkapkan identitasnya. Menurut dia, uang hasil pemotongan tersebut tidak diketahui penggunaannya. Padahal, jumlahnya cukup besar bila dikalikan dengan banyaknya penerima bantuan di satu kecamatan. “Hitung saja kalau dipotongnya Rp4 juta dikali sepuluh penerima bantuan saja sudah Rp40 juta,” tuturnya. Terkait adanya pemotongan bansos, Ketua PAC PDIP Kecamatan Losari, Tawa Sujana membantah di partainya ada pemotongan bantuan tersebut. “Nggak benar itu mas, itu kata siapa kita lakukan pemotongan? Kalau di PDIP nggak ada potongan sampai sebesar itu, kalau di yang lain saya nggak tahu,” kilahnya. Tawa mengakui, memang penerima bantuan tidak mendapatkan utuh bantuannya 100 persen. Penerima hanya dipotong Rp300 ribu untuk membuat dan mengurus proposal pengajuan bantuan. Tapi, potongan itu tidak melalui dirinya melainkan oleh pembuat proposal itu sendiri. (den)
Penerima Akui Ada Potongan Bansos
Senin 29-12-2014,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,21:14 WIB
Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon, Desak SPPG Ditutup Usai 100 Orang Dirawat
Selasa 20-10-2026,20:33 WIB
Ini Menu MBG yang Dimasak SPPG, Diduga Memicu Ratusan Siswa - Guru di Kalijaga Cirebon Sakit Perut
Selasa 20-10-2026,19:01 WIB
Berikut Daftar Sementara Jumlah Siswa Sakit Pasca Konsumsi MBG di Cirebon
Selasa 20-10-2026,18:42 WIB
50 Siswa di Kalijaga Cirebon Dirawat di RS Siloam Putera Bahagia Usai Konsumsi MBG
Selasa 20-10-2026,17:19 WIB
BREAKING NEWS: Sejumlah Siswa SD di Kalijaga Cirebon Sakit Perut Usai Konsumsi MBG
Terkini
Rabu 21-10-2026,08:38 WIB
Inilah 4 HP Rp3 Jutaan dengan Kamera 200 MP dan 108 MP, OIS, Video 4K, serta Baterai Berkapasitas Besar
Rabu 21-10-2026,08:32 WIB
Cari Speaker Bluetooth Full Bass? Ini 4 Pilihan dengan Suara Nendang, Fitur Menarik, dan Harga Beragam
Rabu 21-10-2026,08:01 WIB
Persib Bandung vs Madura United: Mampukah Maung Bandung Lanjutkan Tren Positif di Laga Tandang?
Rabu 21-10-2026,07:54 WIB
Incaran Anak Kuliah! Ini 6 Rekomendasi Laptop Lenovo Budget Terjangkau Bisa Buat Kerja dan Belajar
Rabu 21-10-2026,07:37 WIB