Bencana Banjir di Lahan Sawah Desa Walaharcageur KUNINGAN – Total lahan sawah yang terendam di Desa Walaharcageur, Kecamatan Luragung, bertambah menjadi 29 hektare. Hal tersebut setelah dilakukan pendataan pasca banjir oleh distanakan. Dari lahan seluas itu, hanya lima hektare yang bisa kembali ditanami padi. Sementara sisanya tidak bisa ditanami karena sudah tergerus oleh abrasi sungai Cisangarung. Untuk yang lahan lima hektare itu dalam waktu dekat akan dikirim bantuan, sehingga bisa kembali ditanami padi. “Sebelum diberbaiki tanggul, maka lahan yang 24 Ha itu hilang dan tidak bisa ditanami padi,” ucap Kadistanakan Ir Bunbun Budhiyasa kepada Radar, kemarin (29/12). Menurutnya, kejadian abrasi laha sawah di desa tersebut terjadi sejak musim hujan tiba. Faktor utamanya adalah sudah dibangunnya tanggul di tempat lain di sepanjang sungai tersebut. Dengan sudah dibangunnya tanggul, arus air yang deras berganti ke Walaharcaguer dan mengikis lahan sawah hingga menengelamkan. “Kami hanya akan membantu memberikan benih kepada petani yang lahanya bisa kembali ditanam. Untuk perbaikan tanggul sungai bukan menjadi ranah Distanakan,” ucap Bunbun. Selain di Desa Walaharcageur, kata Bunbun, kejadian gagal tanam juga terjadi di dua desa di Kecamatan Ciawigebang. Berbeda dengan Walaharcageur yang terkena banjir, di Desa Padarama dan Sukadana karena memang tidak berkembang. “Selain laporan di dua tempat itu hingga saat ini tidak laporan sawah yang gagal tanam,” ucap Bunbun lagi. Adanya abrasi tersebut, jumlah lahan sawah yang menyusut semakin banyak. Data yang dimiliki Radar dari distanakan, pada tahun 2012 luas lahan sawah mencapai 29.078 Ha. Sedangkan pada tahun 2013 menjadi 28.716 atau menyusut 362 ha. Sementara lahan pertanian yang semakin menyusut membuat Pemkab Kuningan tidak berdiam diri. Untuk mengantipasi kembali beralih fungsinya lahan sawah, pemerintah kabupaten membuat perda. Dalam perda itu akan melindungi lahan produksi yang belum tergerus. Bahkan, akan dibuat suatu kawasan lahan sawah abadi. “Kami akan buat perda agar lahan tidak mudah dijadikan permukiman. Langkah ini harus diambil untuk mengamankan lahan yang masih tersisa,” ucap Bupati Kuningan Hj Utje Ch Hamid Suganda pada awal bulan Desemberkepada Radar. (mus)
Hanya 5 Hektare yang Bisa Ditanami
Selasa 30-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,18:00 WIB
Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, OJK Cirebon Catat Pertumbuhan Kredit dan Investor Pasar Modal
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,20:01 WIB
Ditahan KPK, Yaqut Cholil Qoumas Tegas Bantah Terima Uang Korupsi Kuota Haji
Kamis 12-03-2026,17:00 WIB
ASN Kuningan Dapat Motor All New NMAX dari Undian SIMPATI HOKI
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Terkini
Jumat 13-03-2026,16:00 WIB
Masjid Ramah Pemudik di Cirebon, Buka 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Jumat 13-03-2026,15:30 WIB
Vivo X300 Ultra dan Ambisi Global di Mobile World Congress 2026
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,15:00 WIB
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk UPZ SKPD, Ini Rinciannya
Jumat 13-03-2026,14:37 WIB