KUNINGAN – Bupati Hj Utje Ch Suganda tampak marah mendengar jumlah PSK di Kota Kuda meningkat drastis. Terlebih dikaitkan dengan visi Kuningan yang agamis, Utje pun angkat bicara. Menurut Utje, banyak pekerja seks komersial bukan asli dari Kuningan. “Jangan lupa itu bukan orang Kuningan semuanya. Banyak dropping-droping (turun, red) dari luar, karena Kuningan tempat hiburan,” ucap Utje kepada Radar, usai menyerahkan SK CPNS K2 di GOR Ewangga Kuningan, Selasa (30/12). Utje menyatakan, jika visi Kuningan yang agamis dihubungkan dengan jumlah PSK yang meningkat drastis, bukan berarti pemerintah diam. Justru menurutnya, jika pemerintah dinilai tidak memiliki perhatian terhadap masalah menjamurnya PSK, tidaklah adil. Karena pemerintah memiliki moral dan tanggung jawab bagaimana menekan masalah penyakit masyarakat itu. “Jangan sebut seperti itu. Not fair for me (tidak adil bagi saya, red) kalau pemimpinya tidak ada perhatian terhadap itu (masalah PSK, red). No way (enak saja, red),” ucapnya. Sebagai seorang ibu, Utje mengaku, sangat tidak rela melihat perempuan Kuningan terkena penyakit dan hanya sebagai hiburan. Untuk itu pihaknya sudah memerintahkan Satpol PP untuk melakukan razia agar menekan jumlah PSK di Kuningan. Meski demikian Utje juga mengakui, selama ini razia bukan merupakan solusi mengatasi meningkatnya masalah PSK. Pihaknya akan memerintahkan Dinas Nakertransos mencari solusi yang tepat, mengarahkan PSK memiliki kemampuan dengan pelatihan-pelatihan. Utje yakin PSK terjun ke dunia kelam karena banyak faktor. Mereka tidak akan menjual tubuhnya kalau bukan demi uang. Karena itu, pemerintah pastinya akan mengganggarkan alokasi untuk penanganan HIV dan AIDS. Ia mengakui, pada tahun 2015 anggaran banyak tersedot ke desa, tapi itu bukan alasan untuk mengabaikan masalah PSK. Terpisah, Kadinkes Kuningan H Raji MMkes mengakui, karena keterbatasan selama ini anggaran untuk penanganan HIV/AIDS kebanyakan dari lembaga asing. Baru tahun 2014 mendapat alokasi sebanyak Rp16,5 juta, khusus untuk pembuatan CD. Sementara untuk tahun 2015 dianggarakan Rp75 juta yang dialokasikan untuk penyediaan sarana prasarana seperti laptop, reagent mesin CD, labkesda dan pertemuan. Diharapkan anggaran terus meningkat setiap tahun. “Iya sejak tahun 2004 ditemukan ada penderita AIDS/HIV. Anggaran menggandalkan dari lembaga asing dan dua tahun ini ada alokasi. Hal ini karena terbatasnya anggaran,” sebutnya. (mus)
Bupati Marah soal PSK Menjamur
Rabu 31-12-2014,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,11:00 WIB
Kronologi ASN Kota Cirebon Dipecat Gara-gara Mangkir Kerja
Rabu 29-07-2026,18:06 WIB
Update Klasemen Sementara Piala Presiden Elite 2026: Persib Lolos ke Semifinal, Persija Tantang Port FC
Rabu 29-07-2026,17:01 WIB
Dapatkan Motor Listrik Polytron Fox 350 Dengan DP Ringan, Berikut Simulasi Cicilan Terendahnya Juga
Rabu 29-07-2026,13:00 WIB
Daftar Tablet RAM 8GB, Harga Terjangkau untuk Mahasiswa: Performa Lancar Tanpa Bikin Kantong Jebol
Terkini
Kamis 30-07-2026,07:38 WIB
Prediksi Line Up Indonesia VS Timor Leste Piala AFF 2026, Skuad Garuda Bisa Menang Telak Hingga 7-0
Kamis 30-07-2026,07:03 WIB
Waspada! Dugaan Paparan Radikalisme pada Pelajar Cirebon Berawal dari Game Online
Kamis 30-07-2026,06:01 WIB
Bupati Eman Suherman Ajak KAHMI Bersinergi Wujudkan Majalengka Langkung SAE
Kamis 30-07-2026,05:32 WIB
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Harga 50 Jutaan, Nyaman Dipakai Keluarga Baik Harian Hingga Perjalanan Jauh
Kamis 30-07-2026,05:31 WIB