KUNINGAN –Waduk Cileuweung yang mencakup Kecamatan Cibeureum dan Karangkancana, airnya hanya bisa dinikmati oleh warga Kuningan sebesar 30 persen nantinya. Namun cukup banyak keuntungan lain yang dapat diperoleh Kuningan terutama dari sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bupati Hj Utje Ch Suganda MAP menegaskan, tidak ada gejolak masyarakat dalam proses pembangunan proyek raksasa pembangunan Waduk Cileuweung tersebut. Lantaran proyek nasional, Pemkab Kuningan hanya berkapasitas sebagai fasilitator. “Masalah di pusat itu bukan kewenangan kita. Tapi sekarang sudah clear, termasuk pembebasan tanah. Sekarang sudah progress lagi dan ditargetkan selesai pada tahun 2018,” tandas orang nomor satu di kota kuda itu kepada Radar, belum lama. Utje mengakui, persentase air yang dapat dinikmati masyarakat Kuningan nanti hanya 30 persen. Selebihnya sekitar 70 persen akan dialirkan ke wilayah Brebes Jawa Tengah dan sekitarnya. Namun hal itu tidak menjadi masalah lantaran merupakan proyek nasional. Terlebih ada keuntungan dari sektor lain yang bisa dinikmati masyarakat Kuningan. “Keuntungan lain yang bisa diperoleh kita di antaranya dari sektor pariwisata dan tumbuh kembang perekonomian masyarakat. Nanti seperti Waduk Darma yang dapat menghasilkan income daerah serta menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (DSDAP) H Amirudin MSi memperkuat ungkapan Utje. Dia menyebutkan, saat ini izin prinsip dari Kementerian LH dan Kehutanan tentang pinjam pakai lahan kehutanan sudah turun. Luasnya mencapai 20 hektar, termasuk sekitar 1,2 hektar akan dipergunakan untuk jalan. “Beberapa hari yang lalu sudah dilakukan pengukuran tapal batas, tinggal nanti perhitungan tegakan pohon. Kita baru mengajukan ke Kementerian LH dan Kehutanan, sehingga setelah itu turun, kita bisa masuk,” terang Amir, sapaan akrabnya. Lebih lanjut, anggaran yang hendak diturunkan pusat pada tahun anggaran 2015 mencapai Rp100 miliar. Sementara untuk realisasinya hingga April baru mencapai 6 persen. Amir berharap, sampai Desember nanti 100 persen anggaran bisa terserap sehingga tidak perlu lagi mengembalikan uang. “Sebelumnya kan selalu mengembalikan uang karena tidak terserap. Ini akibat belum keluarnya izin prinsip tentang pinjam pakai tanah. Nah sekarang izin prinsipnya sudah keluar, sehingga dana yang dialokasikan pusat diharapkan bisa terserap 100 persen sampai akhir tahun,” ucapnya diamini Kabid Pertambangan M Saripudin SIP MM. (ded)
Hanya Kebagian 30 Persen
Sabtu 25-04-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 15-06-2026,11:32 WIB
Ada Juga di Cirebon, Ini Dia Daftar SMA dan SMK Swasta Gratis di Jawa Barat
Senin 15-06-2026,06:00 WIB
Mesin Tangguh, Ini 7 Alasan Toyota Kijang Innova V Diesel 2014 Tetap Diburu di Pasar Mobil Bekas
Senin 15-06-2026,13:00 WIB
Pemkot Cirebon Usulkan 161 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2026, Ini Rincian Kebutuhannya
Senin 15-06-2026,05:00 WIB
Simulasi Kredit Honda Stylo 160 Terbaru 2026: DP Ringan, Cicilan Fleksibel hingga 5 Tahun
Senin 15-06-2026,09:40 WIB
8 Mobil Bekas Nyaman untuk Perjalanan Jauh, Favorit Keluarga dengan Kabin Luas
Terkini
Selasa 16-06-2026,01:11 WIB
Dominan Sepanjang Laga, Spanyol Tetap Gagal Cetak Gol saat Hadapi Tanjung Verde
Senin 15-06-2026,22:04 WIB
Presiden Palestina Telepon Prabowo, Mahmoud Abbas Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Palestina
Senin 15-06-2026,21:29 WIB
Dewan Energi Nasional Puji Cirebon Power, Dinilai Jadi Role Model PLTU Ramah Lingkungan
Senin 15-06-2026,21:02 WIB
Setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia Siapkan 2 Naturalisasi Baru
Senin 15-06-2026,20:36 WIB