JAKARTA - Keputusan PSSI untuk menghentikan semua kompetisi sepak bola nasional mulai direspons secara beragam oleh klub-klub anggota. Persida Sidoarjo dan Persu Sumenep misalnya. Tim peserta Divisi Utama itu telah mewacanakan untuk persiapan pembubaran tim setelah kompetisi dihentikan secara sepihak oleh PSSI. “Jalan terakhir adalah melakukan pembubaran tim. Karena, dengan kondisi yang ada saat ini, kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,\" ujar sekretaris Persida, Rosid Mardani, kemarin (3/5). \"Kami memang baru mendengar dari media, tapi kami tidak bisa mempertahankan tim dengan kondisi seperti ini,\" tambahnya. Menurut Rosid, keputusan untuk membubarkan tim tersebut harus mereka tempuh lantaran enggan memberikan beban lebih kepada manajemen. Sementara kompetisi yang sejatinya sebagai muara atau tujuan pembentukan klub tidak tersedia. \"Kami tunggu surat resmi dari PT Liga Indonesia, baru kami resmi bubarkan tim,\" tegas Rosid. Sementara itu, direktur teknik Persu Sumenep Achmad Junaidi mengungkapkan bahwa saat ini mereka sedang meliburkan semua pemain sejak 29 April lalu. \"Tapi, kalau memang sudah tidak ada kejelasan lagi tentang kompetisi, maka pilihannya adalah membubarkan tim,\" jelas Junaidi. Dalam perkembangan yang sama, pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap klub-klub sepak bola bisa menahan diri setelah adanya keputusan penghentian kompetisi sepak bola nasional secara menyeluruh oleh PSSI. Dengan imbalan, pemerintah sedang berusaha menyusun formulasi alternatif untuk menggelar kompetisi di bawah supervisi Tim Transisi PSSI. ”Kompetisi harus terus berjalan, dan kami tidak pernah menganggap keputusan PSSI untuk menghentikan kompetisi itu ada,\" kata Gatot S Dewa Broto Deputi V Kemenpora Bidang Keharmonisan dan Kemitraan. “Karena mereka (PSSI) sudah dibekukan, jadi tidak lagi memiliki kewenangan untuk membat keputusan,\" tegasnya. Menurut Gatot, saat ini mereka sedang menyusun Tim Transisi PSSI yang diharapkan bisa menjadi solusi kompetisi sepak bola yang baru saja \"dimatikan\" itu. \"Intinya pemerintah selalu mendukung agar kompetisi tetap berjalan, dan gairah sepak bola terus subur. Dan, yang menghentikan kompetisi itu bukan kami, tapi PSSI,\" tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua PSSI Hinca Panjaitan mengatakan bahwa, pangkal persoalan mereka memutuskan untuk menghentikan semua kompetisi itu adalah akibat dari kebijakan Kemenpora yang membekukan PSSI. \"Bagaimana kompetisi bisa jalan, kalau induk organisasinya dibekukan,\" kilahnya. (dik)
Divisi Utama Mulai Berpikir Bubarkan Tim
Senin 04-05-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 15-06-2026,11:32 WIB
Ada Juga di Cirebon, Ini Dia Daftar SMA dan SMK Swasta Gratis di Jawa Barat
Senin 15-06-2026,06:00 WIB
Mesin Tangguh, Ini 7 Alasan Toyota Kijang Innova V Diesel 2014 Tetap Diburu di Pasar Mobil Bekas
Senin 15-06-2026,05:00 WIB
Simulasi Kredit Honda Stylo 160 Terbaru 2026: DP Ringan, Cicilan Fleksibel hingga 5 Tahun
Senin 15-06-2026,13:00 WIB
Pemkot Cirebon Usulkan 161 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2026, Ini Rincian Kebutuhannya
Senin 15-06-2026,09:40 WIB
8 Mobil Bekas Nyaman untuk Perjalanan Jauh, Favorit Keluarga dengan Kabin Luas
Terkini
Senin 15-06-2026,21:29 WIB
Dewan Energi Nasional Puji Cirebon Power, Dinilai Jadi Role Model PLTU Ramah Lingkungan
Senin 15-06-2026,21:02 WIB
Setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia Siapkan 2 Naturalisasi Baru
Senin 15-06-2026,20:36 WIB
Jadwal Piala Dunia 2026 Malam Ini: Spanyol vs Tanjung Verde, Belgia dan Uruguay Siap Tempur
Senin 15-06-2026,20:01 WIB
Buruan Cek! KPK Buka Lelang Aset Rampasan Korupsi Rp311 Miliar pada 18 Juni 2026
Senin 15-06-2026,19:36 WIB