KUNINGAN - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari terakhir Ujian Nasional (UN) SMP/MTs di Kabupaten Kuningan, Rabu (6/5). Sidak mengambil contoh proses UN di SMPN 1 Kadugede. Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Agus Weli. Politisi asal PDIP itu dikawal lengkap oleh para wakil ketua komisi dan anggota. Termasuk Hj Yoyoh Rukiyah, satu-satunya wakil rakyat provinsi asal Kabupaten Kuningan. Dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuningan sendiri, ada Sekretaris Dedi Supardi MPd. Selain melihat keseriusan siswa dalam mengerjakan naskah soal UN di luar kelas, para wakil rakyat provinsi itu mengajak para guru, staf dan kepala sekolah untuk berdialog. Dialog terlihat interaktif. Diawali pemaparan lancarnya tahapan, serta proses UN termasuk kondisi UN di SMPN 1 Kadugede, pihak sekolah mengajukan permintaan bantuan tambahan Ruang Kelas Belajar (RKB). Alasan penambahan karena SMPN 1 Kadugede semakin tahun semakin diminati lulusan SD/MI. Akibatnya, pendaftar membeludak. Sedangkan kapasitas RKB terbatas. Kondisi tersebut, pun mengakibatkan diterbitkannya kebijakan sekolah pagi dan siang bagi siswa. “Permintaan bantuan penambahan RKB akan kami kaji dulu. Jika sesuai aturan, pasti kita bantu,” ujar Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Hj Yoyoh Rukiyah. Terkait UN, sebenarnya hajat pusat, tapi sebagai legislator, pihaknya berkewajiban untuk mengawasi kelancaran UN. Dia melihat, proses UN tahun ini lebih santai dibanding tahun lalu, menyusul kebijakan bahwa UN bukan lagi penentu kelulusan sekolah. Meski begitu, siswa tetap terlihat menyikapi UN dengan serius. “Kita bisa lihat nanti hasilnya. Mudah-mudahan UN masih tetap dianggap serius oleh peserta. Sebab, nilai UN akan menentukan pemetaan kualitas siswa saat melanjutkan sekolah, sekaligus barometer kualitas sekolah,” tandas politisi Partai Demokrat tersebut. Yoyoh pun merasa gembira, proses UN SMP/MTs di Kabupaten Kuningan hingga hari terakhir tertib, aman tanpa terkendala apapun. Tidak ada kbocoran naskah soal maupun jawaban, apalagi sampai dibocorkan. Sistem pengawasan juga ketat. Dimana, tidak ada pengawas asal guru sekolah tersebut. “Pengawas antarsekolah diputar, sehingga kekhawatiran perbantuan guru sekolah terkait dengan siswanya sulit terjadi,” imbuhnya. (tat)
Legislator Jabar Sidak Ujian Nasional
Kamis 07-05-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 11-06-2026,10:00 WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Lihat dari Mana? Ini Daftar Wilayah dan Jam Pengamatannya
Kamis 11-06-2026,14:43 WIB
Ibnu Riyanto Laporkan Dugaan Pungli di Desa Klayan ke Polres Cirebon Kota
Kamis 11-06-2026,09:14 WIB
Hal Hebat Mungkin Terjadi! Ramalan Shio Naga, Ular, Kuda, dan Kambing Kamis 11 Juni 2026
Kamis 11-06-2026,16:49 WIB
Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi setelah Dikejar Warga di Indramayu, Sempat Sembunyi di Kolong Jembatan
Kamis 11-06-2026,06:03 WIB
Kondisi Rumah Kasiyati Jadi Sorotan, DPKPP Kabupaten Cirebon Pastikan Masuk Prioritas Program Rutilahu
Terkini
Jumat 12-06-2026,02:01 WIB
Selat Hormuz Resmi Ditutup Iran, Dunia Waspadai Dampak pada Pasokan Minyak Global
Kamis 11-06-2026,22:46 WIB
Indonesia U-19 Tersingkir Dramatis! Garuda Muda Kalah 0-1 dari Australia di Menit Akhir
Kamis 11-06-2026,21:48 WIB
Kuwu Gebang Ilir Apresiasi Gerak Cepat Satnarkoba Polresta Cirebon Berantas Narkoba
Kamis 11-06-2026,21:31 WIB
Tersangka Kasus Korupsi MBG Bertambah, Kejagung Tahan Pihak Swasta, Diduga Atur Mitra dan Titik SPPG
Kamis 11-06-2026,21:04 WIB