Data Penerima PSKS Banyak Tidak Tepat Sasaran GEBANG - Akibat data penerima program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang tidak valid, berimbas pada para kuwu. Para kuwu merasa dibenturkan dengan warganya sendiri. Karena itu, para kuwu meminta pemerintah melakukan sensus ulang. Kuwu Dompyong Wetan Didi Tarsudi mengatakan, tidak validnya data penerima PSKS menimbulkan konflik antara kuwu dan perangkat desa dengan warganya. Di desanya, data warga penerima PSKS dengan kondisi di lapangan sangat jauh dua kali lipat. “Kalau pemerintah sih enak saja, tapi saya selaku kuwu merasa dibenturkan langsung dengan masyarakat saya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (15/5). Didi pun menceritakan pengalaman dua kali pembagian PSKS yang ada di desanya. Selama membagikan dana PSKS bagi warga, dirinya sempat dilaporkan ke polisi. Karena dinilai telah menyelewengkan aturan. Padahal menurutnya, kondisinya serba dilematis. “Waktu tahun 2014 lalu ada pembagian PSKS dan datanya juga jauh sekali. Jadi waktu itu berdasarkan hasil musyawarah disepakati penerima PSKS dipotong. Hasil pemotongan tersebut diberikan kepada warga yang tidak mampu, tapi tidak mendapatkan PSKS. Nah waktu itu juga saya langsung dilaporkan ke polisi,” katanya. Berdasarkan pengalaman tersebut, pembagian dana PSKS tahun 2015 diputuskan tidak ada potongan sama sekali. Penerima PSKS mnerima seratus persen. “Eh justru masalah lagi, warga miskin yang tidak menerima PSKS malah nyerang saya. Saya dianggap tidak seperti desa lainnya yang warganya nggak dapat PSKS dikasih juga. Bahkan warga miskin yang tidak menerima PSKS sempat ancam saya, kalau pembagian PSKS ke depan tidak dapat lagi katanya mau nyerbu balai desa. Jadi saya benar-benar merasa bingung, saya harus bagaimana lagi,” tuturnya. Didi pun menginginkan agar pemerintah melakukan sensus ulang sebelum pembagian PSKS selanjutnya. “Pokoknya begini, sebelum ada sensus ulang kami pemdes enggan memfasilitasi pembagian PSKS. Kami tidak ingin dibenturkan langsung dengan warga kami,” katanya. Anggota DPR RI dapil Cirebon, Dedi Wahidi di sela-sela acara reses mengatakan, pihaknya juga sangat menginginkan kembali dilakukan sensus penduduk. Mengingat data yang dipakai saat ini seringkali tidak tepat sasaran. “Saya sangat berharap agar pemerintah melalui BPS (badan pusat statistik) segera melakukan sensus ulang warga. Apalagi ke depannya ada pembagian berbagai macam kartu dari program pemerintah. Maksudnya jika dilakukan sensus ulang tersebut, maka bantuan program tersebut akan tepat sasaran,” katanya kepada Radar. Pihaknya pun akan berusaha mengajukan sensus ulang kepada pemerintah. “Nanti akan kita sampaikan langsung kepada pemerintah, karena sensus itu sangat perlu,” tukasnya. (den)
Pemerintah Harus Sensus Ulang
Senin 18-05-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,14:41 WIB
Pemudik Jadi Sasaran Debt Collector, Polisi Bertindak Cepat di Cirebon: Aksi Perampasan Digagalkan
Rabu 18-03-2026,05:02 WIB
Siap-siap! One Way Nasional Arus Mudik Dimulai Pukul 12.00 WIB
Rabu 18-03-2026,12:07 WIB
Kecelakaan Beruntun di Simpang Pemuda Cirebon, Pemudik Hamil Luka-luka
Selasa 17-03-2026,22:04 WIB
Bosscha Ungkap Posisi Hilal 29 Ramadan 1447 H, Peluang Terlihat Sangat Tipis
Rabu 18-03-2026,03:01 WIB
Sampah Menggunung di Gebang Kulon Cirebon, Pemdes Angkut 10 Truk Sampah
Terkini
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Rabu 18-03-2026,20:47 WIB
Mudik Aman 2026: Pemerintah Perbaiki 102 Ribu Titik Jalan dan Siapkan Posko 24 Jam
Rabu 18-03-2026,20:01 WIB
Jelang Nyepi dan Idulfitri, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,19:01 WIB