Kasus Penyelewengan Dana Pemutakhiran Database SUMBER - Kejaksaan Negeri Sumber kini mulai memeriksa pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon. Para pejabat disdukcapil itu dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pemutakhiran database yang melibatkan mantan kabid Pendataan dan Pengembangan Kependudukan, S. Kepala Kejaksaan Negeri Sumber Dedie Triharyadi SH MH melalui Ketua Tim Penyidik Kasus Dugaan Korupsi Pemutakhiran Database Disdukcapil, M Nasir mengatakan, untuk saat ini pihaknya sedang memeriksa bendaraha pengeluaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, EC. \"Hari ini kita sedang memeriksa bendahara pengeluaran disdukcapil. Ke depannya memang kita jadwalkan pemeriksaan orang-orang dinas (eksekutif, red),\" tuturnya, kemarin (20/5). Selain bendahara pengeluaran, Nasir mengatakan, pihaknya juga akan memanggil kuasa pengguna anggaran dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dalam program tersebut. \"Sebelumnya kasi-kasi pelayanan umum seluruh kecamatan sudah kita periksa. Dari 40 kecamatan, tinggal 2 lagi (yang belum diperiksa, red). Dan ini akan kita agendakan ulang. Pihak rekanan juga sudah kita mintai keterangan, dan sekarang ini saatnya dinas pelaksana,\" lanjutnya. Hingga saat ini, lebih dari 55 orang telah diperiksa Kejaksaan Negeri Sumber mengenai kasus ini. Dari hasil pemeriksaan para kasi pelayanan umum dan operator di masing-masing kecamatan, kejaksaan menemukan banyak kegiatan yang fiktif dan tidak dilaksanakan. Termasuk para kasi pelayanan umum yang diperiksa, memberikan keterangan yang sama; mereka tidak pernah menerima honor kegiatan. \"Bahkan mereka tidak mengetahui adanya pengembangan program database ini. Begitu juga dengan operator. Mereka hanya menerima honor sekitar Rp90 ribu dari yang seharusnya diterima senilai Rp3 juta,\" lanjutnya. Mengenai pemanggilan pihak legislatif, pihaknya belum melakukan penjadwalan. Selama penyidikan berjalan, belum ada pejabat yang secara langsung menyebutkan keterlibatan anggota DPRD. \"Untuk legislatif belum kita jadwalkan. Kita lihat dulu perkembangan dari saksi-saksi. Mereka (saksi, red) di penyidikan belum menyebutkan adanya keterlibatan DPRD,\" lanjutnya. Ditanya mengenai kerugian negara, Nasir mengatakan, hingga saat ini masih dilakukan pengkajian. Namun dipastikan angka kerugian negara lebih dari Rp1 miliar. Dirinya juga mengatakan, kemungkinan besar akan ada tersangka baru pada kasus yang dilidiknya. \"Kita lihat perkembangan minggu ini. Sangat dimungkinkan ada tersangka baru. Pasti ada,\" tuturnya. Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Sumber sedang membidik kasus dugaan korupsi pemutakhiran database yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2013-2014. Kejaksaan pun telah menetapkan satu tersangka, yakni S yang merupakan mantan kabid di disdukcapil. (kmg)
Kejaksaan Periksa Bendahara Disdukcapil
Kamis 21-05-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 17-10-2026,04:08 WIB
Media Vietnam Ungkap Isu 10 Pemain Eropa untuk Indonesia, PSSI Belum Memastikan Rencana Naturalisasi
Sabtu 17-10-2026,03:58 WIB
Mulai dari Series A Hingga S, Berikut 5 Hp Samsung Galaxy Harga 5 Jutaan Terbaik di 2026
Sabtu 17-10-2026,12:37 WIB
8 Daftar Hp Android 5 Jutaan Paling Worth It, Mulai dari 8 Hingga 12 GB
Sabtu 17-10-2026,06:00 WIB
THM Tuparev Cirebon Jadi Sorotan DPRD, Hasan Basori Minta Pengawasan Diperketat
Terkini
Sabtu 17-10-2026,22:01 WIB
Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ungkap Progresnya
Sabtu 17-10-2026,21:00 WIB
Pemuda Jangan Hanya Jadi Penonton, Kuasai Dunia Digital dan Ciptakan Peluang Ekonomi
Sabtu 17-10-2026,20:32 WIB
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter dan Banjir Rob, Pesisir Jawa Barat Waspada
Sabtu 17-10-2026,20:01 WIB
Erick Thohir dan Thony Gunawan Berjabat Tangan, Pembinaan Pemain Muda Jadi Sorotan
Sabtu 17-10-2026,19:29 WIB