Menanggapi pandangan umum fraksi, Bupati Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi membantah jika OPD tidak optimal dalam melakukan penarikan pajak dan retribusi. Sunjaya mencontohkan, tidak tergarapnya sektor pajak dan retribusi secara optimal karena ada beberapa wajib pajak atau masyarakat yang tidak membayar sesuai ketentuan. \"Banyak pengusaha yang tidak jujur. Yang seharusnya misalnya membayar sekian, tapi di bawah standar. SKPD sudah berusaha maksimal, mereka komunikatif, tapi ya memang masyarakat kita belum sepenuhnya sadar pajak,\" lanjutnya. Selain itu Sunjaya juga membantah jika perencanaan pemerintah daerah dalam penyusunan anggaran buruk. Sunjaya mengatakan, sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) yang terhimpun merupakan hasil efisiensi dari berbagai program pemerintah yang dilelangkan. \"Silpa itu bukan karena perencanaannya kurang. Kita contoh misalnya tender sebesar Rp1 miliar, saat pelaksanaan tender hasilnya Rp900 juta. Otomatis itu ada sisa Rp100 juta. Ada efisiensi,\" tuturnya. Karena jumlah proyek di Kabupaten Cirebon sangat banyak, kata Sunjaya, akhirnya besaran silpa pun membengkak. Namun silpa yang besar itu juga tetap akan digunakan untuk program lain. \"Kalau perencanaan kita kan sudah jelas, ketika pagunya Rp100 miliar, ya kita bikin program sebanyak itu. Tapi ternyata di dalam perjalanannya ada efisiensi, sehingga ada lebih anggaran. Sesungguhnya silpa itu efisiensi,\" tukasnya. Mengenai status laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sunjaya mengakui, jika di tahun 2014 Kabupaten Cirebon masih memperoleh predikan wajar dengan pengecualian (WDP). Namun pihaknya mengklaim, tidak bisa diaihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan tidak ada alasan. Menurutnya, ada persoalan aset yang menjadi \'warisan\' dari periode kepala daerah sebelumnya. \"Kasusnya itu tentang masalah aset dan sampai sekarang masih belum terselesaikan. Salah satu contohnya di dishub. Ada mesin foto yang sampai sekarang mesinnya belum ditemukan. Pengadaannya tahun 2005, dan apakah entah sudah tidak digunakan atau barangnya dikemanakan, tapi sampai sekarang itu masih masuk aset,\" bebernya. Hal itulah yang akhirnya membuat BPK setiap tahunnya menemukan aset yang belum diselesaikan. Tidak hanya di dishub, aset bermasalah juga terdapat di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sepeti RSUD Arjawinangun dan Waled. \"Jadi ada aset yang tempo dulu belum terselesaikan, hingga saat ini belum dihapus,\" lanjutnya. Dalam waktu dekat ini, Sunjaya mengaku akan mencoba berkomunikasi dengan BPK. Secara informal, Sunjaya akan meminta BPK untuk mengunjungi Cirebon dan menunjukkan aset-aset yang bermasalah, sehingga bisa diselesaikan. \"Kalau persoalan aset ini bisa diselesaikan dan aset yang bermasalah bisa dihapus, mudah-mudahan di 2016, kita bisa meraih WTP. Jadi bagaimana bisa WTP kalau memang masih ada aset yang belum diselesaikan. Ini masalah warisan yang sampai sekarang belum terselesaikan,\" tukasnya. (kmg)
Bupati Bantah Perencanaan Buruk
Sabtu 20-06-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,14:41 WIB
Pemudik Jadi Sasaran Debt Collector, Polisi Bertindak Cepat di Cirebon: Aksi Perampasan Digagalkan
Rabu 18-03-2026,17:01 WIB
Motif Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Simak Penjelasan TNI
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Terkini
Kamis 19-03-2026,14:30 WIB
Update Tol Cipali Terbaru: Arus One Way Ramai Lancar dan Titik Perlambatan
Kamis 19-03-2026,14:29 WIB
Pakai Metode Hisab, Jemaah Asy-Syahadatain Indramayu Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Kamis 19-03-2026,14:15 WIB
Live Sidang Isbat Kemenag 2026: Jadwal, Cara Nonton, dan Prediksi Lebaran 1447 H
Kamis 19-03-2026,14:03 WIB
Ketua Umum GP Anshor Tinjau Posko Mudik GP Ansor Kec Harjamukti
Kamis 19-03-2026,13:05 WIB