JAKARTA - Dituding sebagai biang kegagalan Indonesia di ajang SEA Games XXVIII/2015 Singapora lalu, pihak Kemenpora akan melakukan beberapa perubahan strategi. Tak hanya atlet yang jadi sasaran promosi-degradasi (promdeg), tapi juga cabang olahraga (cabor). Langkah itu diambil agar Pengurus Besar(PB) maupun Pengurus Pusat (PP) melakukan koreksi kedalam organisasinya. Beberapa hal yang akan dijadikan parameter promdeg cabor adalah prestasi para atlet muda dan hasil di single even cabor. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto kemarin (20/6) mengatakan harus ada reward dan punishment bagi cabor. Sehingga atmosfer kompetisi antarcabor terbangun kuat. \"Kalau bentuk punishment jelas. Sedang untuk reward buat cabor yang berpretasi mungkin akan kita tambah kuota atletnya untuk multieven yang akan diikuti. Bisa SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,\" ucap Djoko. Dari hasil evaluasi dengan Satlak Prima kemarin, profesor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengkategorikan tiga tingkat pencapaian cabor di SEA Games XXVIII/2015 lalu. Yakni sukses, berhasil, dan gagal. Djoko kemudian membuat persentase ketiga hasil itu. Dan cabor sukses hanya di angka 5,9 persen. Cabor berhasil 26,5 persen. Sedang cabor gagal ada di angka 58,8 persen. \"Cabor sukses ini adalah mereka yang capaiannya di atas 100 persen dari target. Cabor berhasil adalah mereka yang sesuai target atau mencapai 75 persen dari target. Kategori gagal adalah mereka yang hasilnya 50 persen dari target dan tak dapat sama sekali,\" beber Djoko. Dengan rendahnya capaian cabor pada SEA Games Singapura ini, Djoko pun melihat untuk dua tahun mendatang di SEA Games XIX/2017 Malaysia peta persaingan akan lebih ketat. Apalagi Malaysia dan Vietnam, tumbuh menjadi kekuatan yang tak bisa disepelekan selain Thailand. Di sisi lain, Kasatlak Prima Suwarno belum mau berbicara banyak mengenai persiapan SEA Games XIX/2017 Malaysia. Warno, sapaan Suwarno, memilih untuk menuntaskan program evaluasi kemerosotan prestasi Indonesia. \"Promdeg cabor pelatnas memang perlu. Tapi yang akan juga diingatkan adalah pembuatan strata yang jelas dari cabor itu. Siapa yang ada di posisi teratas, siapa yang di bawah,\" tutur mantan Pangdam V/Brawijaya itu. (dra)
Harus Ada Promdeg Agar Makin Kompetitif
Sabtu 20-06-2015,10:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 13-09-2026,10:15 WIB
Vokalis MK9 Kanaya Whu Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker
Minggu 13-09-2026,05:00 WIB
Jangan Asal Cas HP, Ini 4 Kebiasaan yang Bantu Baterai Smartphone Lebih Awet
Minggu 13-09-2026,06:01 WIB
5 Tren Digitalisasi UMKM 2026, Ada QRIS hingga AI yang Bisa Bantu Bisnis
Minggu 13-09-2026,02:01 WIB
Arti Letak Tahi Lalat di Wajah Menurut Primbon Jawa, dari Dahi hingga Dagu
Sabtu 12-09-2026,23:51 WIB
Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan, Pilihan Cantik dan Hemat Tempat untuk Rumah Minimalis
Terkini
Minggu 13-09-2026,21:00 WIB
Siap-Siap Rezeki Nomplok Jika Merawat 7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Ini di Rumah, Nomor 1 Paling Umum!
Minggu 13-09-2026,20:54 WIB
Kronologi Tower Roboh saat Dibongkar di Cirebon, 2 Pekerja Jatuh dari Ketinggian 20 Meter
Minggu 13-09-2026,20:33 WIB
7 Tanaman Hias Outdoor Minimalis yang Tidak Makan Ruang, Cocok untuk Rumah dan Balkon
Minggu 13-09-2026,20:31 WIB
5 Tanaman Hias Outdoor yang Cocok untuk Teras Rumah, Cantik dan Hemat Tempat
Minggu 13-09-2026,20:29 WIB