Protes, Lakukan Aksi Bakar Sawah GEGESIK-Ratusan petani dari Desa Jagapura Kidul, Jagapura Kulo, Jagapura Wetan dan Jagapura Lor Kecamatan Gegesik melakukan aksi bakar sawah, kemarin (14/8). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes pada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang seolah tidak mau tahu terhadap penderitaan petani yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Para petani itu menilai pemerintah lambat dalam menangani kekeringan yang terjadi di Jagapura dan tidak melakukan tindakan dengan cepat. Selain melakukan pembakaran sawah, ratusan petani itu melakukan salat Istisqo di SDN 1 Jagapura Wetan. Dalam orasinya, Ketua Kelompok Tani se-Jagapaura 4 Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon, H Uuk mengatakan para petani menuntut biaya ganti rugi kepada pemerintah untuk mengganti biaya gagal tanam, dan gagal panen di empat desa Jagapura seluas 2.000 hektar. “Ini adalah bentuk protes kami pada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang tidak serius menangani masalah kekeringan yang melanda Kabupaten Cirebon, khususnya wilayah Jagapura 4 ini,” ujarnya. Dijelaskan Uuk, para petani sudah mengeluarkan banyak uang untuk melakukan penanaman. Namun sayangnya para petani harus merugi lantaran kekeringan. “Kami menuntut ganti rugi kepada pemerintah pusat karena para petani ini sudah mengeluarkan sedikitnya Rp 5 juta untuk tanam padi, yang hasilnya sampai sekarang gagal,” jelas dia. Uuk mengklaim, kekeringan yang terjadi di 4 desa Jagapura itu terbesar se Jawa Barat. Namun sayangnya hingga saat ini tidak ada perhatian dari Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat ataupun Pemerintah Pusat. Hal itu pun akhirnya membuat para petani marah. “Selain Dinas Pertanian, kami meminta Dinas PSDAP juga bertanggungjawabn atas gagal panen ini. Kami meminta ganti rugi berbentuk uang tunai sebagai ganti rugi untuk biaya produksi pada saat musim rendeng di tahun 2016, karena petani sudah jenuh menerima bantuan pupuk ataupun mesin yang tidak bisa digunakan di musim kemarau ini,” jelasnya. Sementara itu ketua HKTI Kabupaten Cirebon H Tasrif merasa prihatin dengan kondisi para petani yang mengalami kekeringan. “Saat ini para petani bukan lagi meminta bantuan berupa mesin atau pupuk. Tapi petani mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah terkait bencana kekeringan yang membuat gagal tanam dan gagal panen,” ujarnya. (arn)
Petani Tuntut Kompensasi Gagal Panen
Sabtu 15-08-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Sabtu 21-03-2026,21:00 WIB
Resmi! Ini Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sabtu 21-03-2026,19:43 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Cipali Melonjak 65,7 Persen, Arah Cirebon Padat Lancar
Sabtu 21-03-2026,20:01 WIB
Kapolres Cirebon Kota Pastikan Arus Mudik Aman, Mulai Fokus Pengamanan Arus Balik
Sabtu 21-03-2026,18:32 WIB
Rayakan Kemenangan dengan Semangat Literasi: Harmoni Lebaran Bersama Penerbit Erlangga
Terkini
Minggu 22-03-2026,17:06 WIB
Menaker Yassierli: Mudik Bersama Warmindo, Bukti Perusahaan dan Mitra Tumbuh Bersama
Minggu 22-03-2026,16:02 WIB
Vivo V70 Series Resmi Kantongi Izin! Ini 5 Alasan Kenapa Wajib Masuk Wishlist 2026
Minggu 22-03-2026,15:01 WIB
Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Awak Angkutan Sehat demi Perjalanan Aman
Minggu 22-03-2026,14:01 WIB
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK: Langkah Resmi Agar Pengajuan Kredit Kembali Lancar
Minggu 22-03-2026,13:30 WIB