Persela 0-2 Sriwijaya FC
JAKARTA - Persela Lamongan, klub spesialis kejutan dari Jawa Timur, tidak mampu menunjukkan tajinya di Piala Presiden 2015. Menghadapi Sriwijaya FC (SFC) pada laga pemungkas grup B di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Persela tersungkur dengan dua gol tanpa balas. Hasil tersebut membuat masa depan skuad Persela pun berujung tanda tanya.” Kami mohon maaf buat masyarakat Lamongan, strategi yang kami jalankan terbentur situasi yang tidak kami inginkan di lapangan,” terang Didik Ludianto, pelatih Persela, kemarin (8/9). Masalah yang dialami Laskar Joko Tingkir-julukan Persela yakni cedera yang dialami beberapa pemain. Diantaranya, gelandang Jusmadi dan full back Eki Taufik. Padahal kedua pemain ini menjadi salah satu tumpuan Persela sepanjang Piala Presiden kali ini. Di sisi lain, pemain pelapis yang ada yakni pemain muda yang secara pengalaman bermain tentu minim. Didik mengakui bahwa kondisi itu tidak bisa dijadikan alasan utama timnya. Sejumlah pergantian untuk menambah daya gedor Persela pun dijalankan Didik. Salah satunya yakni memasukkan Dendi Sulistiawan. Penyerang yang sempat mengisi skuad Pra PON Jatim itu dikenal punya kecepatan yang diinginkan Didik. Hanya saja barisan pertahanan SFC yang diisi bek pengalaman seperti Fahrudin Arianto dan Ngurah Nanak mampu meredam kecepatan Dendi. Sejatinya, Persela mampu mengimbangi permainan SFC lebih dari 60 menit masa pertandingan berlangsung. Tetapi pelanggaran bek Persela terhadap Syakir Sulaiman di menit ke-67 membuyarkan asa Laskar Joko Tingkir. Eksekusi penalty Patrich Wanggai sukses mengelabui kiper Persela, Choirul Huda. Satu gol lainnya lahir melalui chip bola full back kanan Laskar Wong Kito, Wildansyah di menit ke-81. Pasca kebobolan, Persela tetap mencoba memberikan perlawanan seimbang. Tetapi sejumlah peluang pun tak bisa dimaksimalkan. ”Ini pelajaran berharga buat kami, segera kami akan berbenah,” tegasnya. Terpisah, Benny Dollo, pelatih SFC menyebutkan bahwa penampilan skuadnya sesuai dengan harapan sebelumnya. Dia melihat kreatifitas pemainnya tetap terjaga walaupun dihadapkan pada kondisi sulit untuk menang dilaga akhir. “Anak-anak menunjukkan kualitasnya, evaluasi tentu ada untuk menyiapkan mereka di babak delapan besar nanti,” ujarnya. Sedangkan, pada pertandingan lainnya, Arema Cronus hanya mampu bermain imbang (1-1) menghadapi PSGC Ciamis yang secara level dari Divisi Utama. Hasil tersebut membuat Arema mengakhiri penyisihan grup sebagai runner up. Sedangkan SFC yang menang atas Persela ditahbiskan menjadi kampiun grup B dengan enam poin. (nap)Joko Tingkir Tersingkir, SFC Juara Grup B
Kamis 10-09-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 19-06-2026,11:01 WIB
Hari Ini, Kota dan Kabupaten Cirebon Mati Lampu Lagi, WFH ASN Terganggu
Kamis 18-06-2026,20:03 WIB
Motor Matic Termurah untuk Mobilitas Harian, TVS Dazz 110 Dibanderol Rp10 Juta Dapat Kondisi Baru!
Jumat 19-06-2026,08:34 WIB
Yang Terbaru dari Timnas: Wonderkid AZ Alkmaar Kirim Sinyal Naturalisasi, Peluang Duel Sesama Garuda
Jumat 19-06-2026,12:39 WIB
Pilihan 8 Sedan Jepang Bekas Harga Mulai 40 Jutaan, Irit, Bandel, dan Cocok untuk Harian Perkotaan
Jumat 19-06-2026,05:03 WIB
JLTS Kuningan Bakal Urai Kemacetan dan Dongkrak Pariwisata, Segmen Awal Rampung 2027
Terkini
Jumat 19-06-2026,19:03 WIB
Kisah Pilu Nur Halimah, Suami Kehilangan Kerja, Rumah Ambruk, Dua Anak Terpaksa Putus Sekolah
Jumat 19-06-2026,18:26 WIB
Takut Salah Input SPMB 2026? Disdik Kota Cirebon Buka Layanan Bantuan Gratis
Jumat 19-06-2026,17:41 WIB
City Car Irit Banget, Harga Honda Brio Bekas Semua Tahun Rp45 Juta-Rp200 Juta, Ini Alasan Masih Diburu
Jumat 19-06-2026,17:39 WIB
Muncul Seruan Boikot UI dan UGM di Medsos, Ranking Dunia Justru Naik Tajam
Jumat 19-06-2026,17:27 WIB