Penyerapan APBD Tahun 2015 Baru 50% MAJALENGKA – Realisasi program dalam anggaran pendapatan dan belanja daereah (APBD) 2015 baru terlaksana sekitar 40-50 persen. Muncul kekhawatiran jika hingga akhir tahun anggaran 2015 pada APBD setelah perubahan, penyerapan programnya tidak akan maksimal. Wakil ketua DPRD Majalengka Drs M Jubaedi menyebutkan, dari penyampaiah rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (RAPBD-P), penyerapan anggaran belanja tidak langsung hingga akhir Juli 2015 terlaksana di kisaran angka 50 persen. Hal itu dinilai wajar karena sebagian besar pada pos belanja pegawai dan sifatnya rutin. “Kalau yang belanja tidak langsung baru terealisasi sekitar 50 persen. Contohnya sebagian besar dipakai untuk belanja pegawai. Wajar jika belanja pengawai tersebut sifatnya rutin, yang disayangkan belanja langsung yang sifatnya untuk membiayai program-program kegiatan pembangunan baru terserap sekitar 40 persen,” ujar Jubaedi kemarin (10/9). Pihaknya mendorong agar kegiatan pembangunan dalam bentuk fisik yang sifatnya pengerjaan berat, untuk dibatasi porsinya pada RAPBD-P 2015 yang tengah dibahas DPRD bersama eksekutif. Sebab pembangunan fisik yang sifatnya pengerjaan berat dengan anggaran Rp200 juta ke atas perlu dilakukan proses lelang dan tender, sedangkan perkiraan APBD-P baru bisa dieksekusi pertengahan Oktober 2015. Hingga melangkah ke tahap pengerjaan paling tidak baru bisa dilakukan akhir oktober atau awal November. Sekretaris fraksi PANasdem Hanuradjasa Tatang Riyana menyebutkan, dalam RAPBD-P pihaknya menyoroti perihal menurunnya sejumlah pos pendapatan baik pajak daerah maupun retribusi daerah. Menurutnya, target pendapatan yang dicanangkan pada APBD sebelum perubahan hendaknya dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan. “Kalau dari pos-pos pendapatan turun, sepertinya bertolak belakang dengan pos belanja yang mayoritas mengalami kenaikan. Padahal sisa waktu tahun anggaran 2015 ini optimalnya tinggal tiga bulan. Apakah itu bisa terkejar dalam waktu yang cukup mepet ini,” jelasnya. Dia juga menyayangkan sektor pendapatan daerah masih berkisar pada objek retribusi maupun pajak yang dibebankan kepada masyarakat. Misalnya lebih besar retribusi pelayanan di dua RSUD maupun Puskesmas, sehingga bisa dikatakan jika pendapatan Pemkab Majalengka paling besar diraup dari sumbangan orang-orang sakit. “Mestinya pendapatan daerah itu bisa lebih dioptimalkan dengan menggali objek-objek yang tidak dibebankan kepada masyarakat. Ketika masyarakat menjadi penyumbang terbesar PAD, nilai manfaat yang bisa diterima kembali oleh masyarakat harus meningkat pula kualitas dan kuantitasnya,” tuturnya. (azs)
Penurunan Target Pendapatan Disorot
Jumat 11-09-2015,16:16 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,17:01 WIB
Motif Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Simak Penjelasan TNI
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Kamis 19-03-2026,05:29 WIB
Pohon Besar Tumbang di Rumah Dinas Walikota Cirebon, Nyaris Timpa Area Sekitar
Terkini
Kamis 19-03-2026,15:17 WIB
Bikin Senyum! Ini Dia Deretan Tulisan Unik Pemudik di Pantura Cirebon, Ada Kritik Jalan Berlubang
Kamis 19-03-2026,15:00 WIB
Tabel KUR Mandiri 2026 Plafon 10-30 Juta, Cicilan Ringan Cocok Modal Usaha Pasca Lebaran
Kamis 19-03-2026,14:30 WIB
Update Tol Cipali Terbaru: Arus One Way Ramai Lancar dan Titik Perlambatan
Kamis 19-03-2026,14:29 WIB
Pakai Metode Hisab, Jemaah Asy-Syahadatain Indramayu Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Kamis 19-03-2026,14:15 WIB