Hasil Sidak ke Toko Modern oleh Disperindag KUNINGAN – Usai melaksanakan apel pagi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kuningan, Drs Agus Sadeli MPd langsung melakukan sidak (inspeksi mendadak). Dia mencoba memastikan secara langsung sejauhmana tingkat kepatuhan sejumlah toko modern terhadap aturan. Ternyata, beberapa toko modern yang berada di seputar kota semuanya melanggar. Dalam melakukan sidak tersebut, Agus ditemani Kabid Perdagangan, Erwin Irawan SE dan salah seorang kasinya. Berawal dari pertigaan Jalan RE Martadinata-Jalan Ir H Juanda, hingga ke Jalan Siliwangi. Sedikitnya tujuh toko modern yang berhasil dia singgahi, mulai dari Cijoho dan sepanjang Jalan Siliwangi. “Hasilnya, semuanya buka di bawah jam 10 pagi. Regulasi yang mengatur jam operasional rupanya tidak diindahkan. Hari ini (kemarin, red) kami akan mengeluarkan surat teguran,” tegasnya. Saat berkunjung ke beberapa minimarket plus toserba itu, Agus bersama Erwin sempat berbincang-bincang dengan pengelola. Di sana dia mencoba memberikan pemahaman terkait regulasi yang berlaku. Kendati demikian, posisi pemerintah tetap mengakomodasi kepentingan pengusaha sekaligus keinginan masyarakat. “Pemerintah harus melindungi semuanya karena kapasitas pemerintah itu selaku fasilitator dan regulator,” ujar mantan kadiskominfo tersebut. Seiring dengan temuannya itu, Agus akan mengkomparasikan dengan temuan SKPD lain yang masuk tim monitor toko modern. Seperti Satpol PP, BPPT, maupun Dishub. Persis 20 September nanti, yang merupakan waktu terakhir pelaksanaan tugas tim, pihaknya akan menggelar evaluasi bersama. “Bagaimana hasil temuannya, kemudian bagaimana harapan pengusaha yang disandingkan dengan harapan masyarakat atau pelaku usaha kecil. Dalam beberapa hari ke depan kita dapat mengetahui hasilnya,” ungkap Agus. Menyangkut kebijakan moratorium toko modern, menurut dia, semua sudah menyatakan sepakat untuk dipertahankan. Bahkan semenjak dirinya menduduki jabatan kadisperindag, Agus belum pernah menerbitkan IUTM (izin usaha toko modern) baru. Kabar adanya toko modern berdiri bertepatan dengan kebijakan moratorium, dipastikan akan ditindaklanjuti. “Kami setuju geliat ekonomi lokal lebih ditingkatkan. Kita dorong itu. Namun kami juga mesti mengakomodir semua pihak. Adanya aspirasi dari pelaku usaha toko modern agar jam buka digeser ke pukul 9 pagi, akan jadi bahan kajian. Begitu pula adanya toko modern yang nakal, tentu harus dievaluasi,” tandasnya. (ded)
Semua Ternyata Melanggar Jam Buka
Jumat 18-09-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,13:43 WIB
BREAKING NEWS: Mayat Perempuan di Kamar Kos Cirebon Diduga Korban Pembunuhan
Senin 16-03-2026,15:03 WIB
Misteri Mayat Perempuan di Kamar Kost Dukuh Semar Cirebon, Penghuni Diduga Kabur
Senin 16-03-2026,17:12 WIB
Kronologi Penemuan Mayat Perempuan di Dukuh Semar Cirebon, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Senin 16-03-2026,21:16 WIB
Hashim Ungkap Arahan Prabowo:Tanah BUMN Tak Boleh Dijual, Diprioritaskan untuk Rumah Rakyat
Senin 16-03-2026,20:54 WIB
Viral! Siswa SD di Lombok Tengah Minta Keadilan ke Presiden Prabowo soal MBG
Terkini
Selasa 17-03-2026,12:40 WIB
PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan, Santuni dan Buka Bersama Yatim Dhuafa
Selasa 17-03-2026,12:35 WIB
PLN UPT Cirebon Intensifkan Sweeping Layangan di Garut Demi Keandalan Listrik Selama Ramadhan 1447 H
Selasa 17-03-2026,12:30 WIB
Tetap Tangguh di Bulan Ramadhan, Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang
Selasa 17-03-2026,11:56 WIB
Kasus Vina Cirebon: Mantan Mertua Asal China Temui KDM Sampaikan Hal Ini
Selasa 17-03-2026,11:30 WIB