Tak Ada Jaminan Korupsi Bakal Hilang KUNINGAN – Di tengah rencana pembahasan pembentukan Provinsi Cirebon oleh DPRD Kuningan, penolakan dari salah satu elemen masyarakat Kuningan muncul. Penolakan tersebut dilontarkan Sekretaris Garis (Gerakan Reformis Islam), Mulyana Latif. Meskipun pada awalnya mengemukakan memilih netral tapi kemudian lantas menyatakan menolak. ”Kami menyatakan, posisi Garis tidak berada pada kubu mendukung ataupun menentang terhadap pembentukan Provinsi Cirebon yang saat ini menjadi wacana politis,” tegasnya kepada Radar kemarin (27/1). Ia menjelaskan, posisi Garis jelas yakni tetap istiqomah menyadarkan umat dan menyeru penguasa untuk bersungguh-sungguh mematuhi seluruh perintah dan larangan Allah SWT. Selain itu, Garis tetap akan menyikapi setiap kebijakan pemerintah yang sekiranya menyengsarakan umat. ”Garis tidak akan berafiliasi terhadap salah satu parpol ataupun kepentingan politik praktis,” tegasnya yang mengaku telah menembuskan sikap tersebut ke Korwil dan DPP Garis. Sikap Garis ini, kata Nana, tanpa didasari kepentingan apapun. Hanya nalar dan kajian bahwa provinsi Cirebon belum waktunya dibentuk. Sekalipun Cirebon jadi provinsi, menurutnya tidak ada jaminan praktik korupsi hilang. Tentu saja dampaknya kembali pada pengabaian kesejahteraan masyarakat. ”Kami menilai pembentukan Provinsi Cirebon hanya kepentingan pihak tertentu yang haus kekuasaan,” tandasnya. Dia menilai, lebih baik Kuningan fokus pada optimalisasi peningkatan APBD atau PAD dengan kebijakan otdanya. Kemudian melakukan pembenahan SDM dan akhlak para pejabat serta aparatur pemerintahannya. ”Fokus saja ke situ. Benahi SDM aparatur agar bisa bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tetap mempertahankan misi Kuningan yang agamis, tidak hanya slogan,” tandasnya. Menurut dia, tidak ada alasan yang kuat Kuningan harus memisahkan diri dari Jabar. Justru sebaliknya, pemisahan diri malah dimungkinkan hanya akan menambah kesengsaraan dan beban bagi rakyat Kuningan. ”Sebab saya kira tidak ada yang bisa diandalkan dari wilayah III Cirebon untuk dapat menghidupi dan memberikan kesejahteraan apalagi hingga 5 sampai 10 tahun pertama pemerintahan dibentuk. Bagaimana bisa membangun infrastruktur Ciayumajakuning yang masih semrawut dan masih banyak yang rusak ini,” pungkasnya. (ded)
Garis Tolak Provinsi Cirebon
Sabtu 28-01-2012,06:02 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 19-06-2026,11:01 WIB
Hari Ini, Kota dan Kabupaten Cirebon Mati Lampu Lagi, WFH ASN Terganggu
Kamis 18-06-2026,20:03 WIB
Motor Matic Termurah untuk Mobilitas Harian, TVS Dazz 110 Dibanderol Rp10 Juta Dapat Kondisi Baru!
Jumat 19-06-2026,08:34 WIB
Yang Terbaru dari Timnas: Wonderkid AZ Alkmaar Kirim Sinyal Naturalisasi, Peluang Duel Sesama Garuda
Jumat 19-06-2026,12:39 WIB
Pilihan 8 Sedan Jepang Bekas Harga Mulai 40 Jutaan, Irit, Bandel, dan Cocok untuk Harian Perkotaan
Jumat 19-06-2026,05:03 WIB
JLTS Kuningan Bakal Urai Kemacetan dan Dongkrak Pariwisata, Segmen Awal Rampung 2027
Terkini
Jumat 19-06-2026,19:32 WIB
Buruan Serbu! Informa Electronics Living Plaza Cirebon Gelar Promo Spesial 19-21 Juni 2026
Jumat 19-06-2026,19:03 WIB
Kisah Pilu Nur Halimah, Suami Kehilangan Kerja, Rumah Ambruk, Dua Anak Terpaksa Putus Sekolah
Jumat 19-06-2026,18:26 WIB
Takut Salah Input SPMB 2026? Disdik Kota Cirebon Buka Layanan Bantuan Gratis
Jumat 19-06-2026,17:41 WIB
City Car Irit Banget, Harga Honda Brio Bekas Semua Tahun Rp45 Juta-Rp200 Juta, Ini Alasan Masih Diburu
Jumat 19-06-2026,17:39 WIB