Lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional berdampak secara signifikan pada sektor industri. Tak sedikit para pelaku usaha melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menekan biaya produksi. Lalu bagaimana dengan industri Kabupaten Cirebon? PARA buruh Kabupaten Cirebon masih bisa tersenyum lega. Pasalnya perlambatan ekonomi nasional tidak begitu berdampak pada dunia Industri di Kabupaten Cirebon. Kalaupun ada pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlahnya tidak banyak. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon, hingga Agustus, tercatat sebanyak 214 buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja. Namun penyebab PHK tak melulu karena pengusaha industri yang kolaps, tetapi juga karena perselisihan hak dan kewajiban, ketidakdisipilinan buruh dan lainnya. “Jumlah ini masih kondusif dibandingkan dengan wilayah lain,” ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Cirebon, H Deni Agustin SE melalui Kasi persyaratan kerja hubungan industri, Dadan Subandi SSos. Dari ratusan buruh yang terkena PHK, sekitar 70 buruh di PHK karena salah satu industri tutup. Untuk mencegah adanya gelombang pemutusan hubungan kerja dalam skala besar, Disnakertrans pun kerap memberikan pembinaan dan sosialisasi agar memilih win-win solution. “Kalaupun nanti ada persoalan, harus ada musyawarah bipatriat. Hal ini supaya hubungan industri selalu terjaga dan harmonis,” terangnya. Sesuai amanah Menakertrans RI M Hanif Dhakiri, Disnakertrans juga telah meminta pengusaha untuk menghindari PHK. “Mungkin bisa dengan cara mengurangi tunjangan fasilitas, dan kalaupun ada pekerja yang masa kontraknya habis maka lebih baik tidak usah diperpanjang. Dengan keadaan ekonomi seperti ini, kami sebagai pemerintah juga turut prihatin. Namun untuk Kabupaten Cirebon insya Allah masih kondusif,”ungkapnya. Sementara, Ketua Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cirebon, H Edi Baredi pun cukup prihatin dengan kondisi ekonomi nasional yang tak menentu. Namun, ia juga sudah menyarankan kepada para pengusaha dan pekerja untuk tidak muluk-muluk dalam mencapai target, hal ini tidak lain dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak stabil. “Sangat prihatin, tapi kami masih bersyukur kondisi ini (PHK, red) tidak separah di Jabodetabek. Intinya para pekerja dan pengusaha mesti saling pengertian, duduk bareng maunya apa dan bagaimana, tidak usah muluk-muluk yang penting kerjaan terus lancar,” ujarnya. Terpisah, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cirebon Acep Sobarudin mengatakan, pihaknya adalah mitra kerja para pengusaha yang juga saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Namun dirinya juga meminta agar pemerintah lebih ketat dalam mengawasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, yang penting para pengusaha harus fair dan terbuka. Kalau rugi selalu ngomong kalau untung tidak ngomong. Ke depan harus lebih terbuka lagi,” tuturnya. (nur via pahlawanita)
Jauh dari PHK
Rabu 07-10-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 04-10-2026,15:16 WIB
Truk Ransus Nyelonong ke Jalur Lawan di Pantura Cirebon, Hantam Truk Paket hingga Boks Jebol
Minggu 04-10-2026,18:30 WIB
Mitsubishi Pajero Sport 2021-2022 Bekas, Diesel Bertenaga, 7 Penumpang, 8AT dan Fitur Keselamatan Aktif
Minggu 04-10-2026,18:02 WIB
Segini Kisaran Harga Honda Brio Satya Bekas 2026, Berikut Panduan, Kelebihan & Kekurangan, Plus Konsumsi BBM
Minggu 04-10-2026,13:31 WIB
Honda WR-V 2024 Bekas Jadi Incaran, Dimensi Kompak, Mesin Bertenaga dan Fitur Keselamatan Lengkap
Minggu 04-10-2026,16:31 WIB
Ingin Mobil Pertama Rp100 Jutaan? 9 Rekomendasi Ini Menawarkan Kepraktisan, Kabin dan Pilihan Mesin
Terkini
Senin 05-10-2026,12:00 WIB
Bikers Subuhan Indonesia dan MACI Sambangi Cirebon, Perkuat Silaturahmi dan Syiar Dakwah
Senin 05-10-2026,11:51 WIB
Sesar Waikabubak, Pemicu Gempa Sumba, Sangat Aktif, Sudah 12 Kali Sejak 2019
Senin 05-10-2026,11:45 WIB
Mitos Nyai Ratu Kidul di Mata Pakar BMKG, Daryono: Supranatural Jangan Selalu Disalahkan
Senin 05-10-2026,11:29 WIB
PKB Gelar Pesta Rakyat Bersama Melalui Gerakan Minggu Berkah Hingga Hadirkan Pelayanan Ambulan Gratis
Senin 05-10-2026,11:14 WIB