JAKARTA - Siapapun yang maju sebagai kandidat calon ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2015-2019 mesti mendapat dukungan secara tertulis minimal lima cabang olahraga anggota KOI. Dari 59 anggota KOI saat ini, maka kans munculnya banyak kandidat amatlah terbuka lebar. Meski begitu, dukungan ganda dari PB pun sama lebarnya. Hal ini diakui oleh sekretaris tim penjaringan caketum KOI, Hifni Hasani. Katanya, sesuai dengan syarat yang ada, surat dukungan tertulis itu bisa tandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jendreal PB yang bersangkutan. Dari sinilah dukungan ganda itu bisa terjadi. Namun, tim penjaringan akan bersikap tegas. Jika kedapatan maka PB itu akan didiskualifikasi. Surat dukungannya tak akan berlaku kepada calon manapun yang didukung. “Tentu saja tak boleh. Karena itu melanggar persyaratan,” ungkapnya. Dalam hal ini tak ada negosiasi lagi. Jika ketahuan, tim penjaringan tak akan melapor pada calon yang bersangkutan. Tiba-tiba saja dukungan akan hilang. “Pokoknya setelah syarat-syarat dan formulir dikembalikan ke kami ya berarti sudah tak ada toleransi lagi. Semuanya akan diserahkan saat Kongres,” paparnya. Sampai hari Kamis kemarin (29/10), tercatat baru dua orang yang mengembalikan formulir yakni Sekjen KONI, EF Hamidy dan Ketum KONI Sumatera Selatan, Muddai Madang. Kelompok Hamidy mengklaim mendapatkan suara dukungan 39 cabor. Saat diklarifikasi ke Hifni,dia menjelaskan belum memeriksanya. Batas terakhir pengembalian formulir akan dilakukan hari ini tepat jam 12 siang. Ada beberapa nama yang sudah mengambil formulir yang belum menampakan batang hidungnya seperti Purnomo Yusgiantoro, Alfitra Salam (Sekretaris Kemenpora), Rita Subowo (Ketum KOI) , Oergosono (Ketum PTSMI tenis meja), Icuk Sugiarto, Hilmi Panigoro. Dalam Kongres KOI yang digelar di Gandaria City, Jakarta, besok (31/10) total 59 anggota KOI akan memilih calon pemimpin baru. Hanya saja dari 59 anggota itu, dua cabor yakni PSSI (Sepak Bola) dan Pordasi (Berkuda) tak akan bisa memilih. “Kasus yang membelit dua cabor ini membuat mereka hanya diundang saja tapi tak bisa memilih,” ucap Ketua Tim Penjaringan KOI, Achmad Budiharto. (wam)
Jangan Ada Dukungan Ganda!
Jumat 30-10-2015,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 19-06-2026,12:39 WIB
Pilihan 8 Sedan Jepang Bekas Harga Mulai 40 Jutaan, Irit, Bandel, dan Cocok untuk Harian Perkotaan
Jumat 19-06-2026,11:01 WIB
Hari Ini, Kota dan Kabupaten Cirebon Mati Lampu Lagi, WFH ASN Terganggu
Jumat 19-06-2026,08:34 WIB
Yang Terbaru dari Timnas: Wonderkid AZ Alkmaar Kirim Sinyal Naturalisasi, Peluang Duel Sesama Garuda
Jumat 19-06-2026,15:04 WIB
3 Bintang Eropa Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia, John Herdman Dapat Kabar Menggembirakan
Jumat 19-06-2026,15:17 WIB
3 Rekomendasi HP 5G Terbaik untuk Gaming 2026, Performa Gahar dan Anti Lag
Terkini
Sabtu 20-06-2026,04:27 WIB
7 Pilihan Mobil Bekas Harga di Bawah Rp50 Juta yang Irit BBM, Bandel dan Nyaman untuk Keluarga Maupun Harian
Sabtu 20-06-2026,04:01 WIB
SPMB 2026 Jawa Barat, KDM Ajak Sekolah Swasta Kolaborasi Tampung Siswa
Sabtu 20-06-2026,02:05 WIB