KUNINGAN – Politisi asal PPP (Partai Persatuan Pembangunan), H Uus Yusuf SE sepakat untuk mendorong kenaikan anggaran keagamaan pada RAPBD 2016. Anggota dewan yang masuk Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kuningan itu bakal memperjuangkan kenaikan tersebut. “Pembahasan RAPBD 2016 ini kan baru akan dimulai. Sudah barang tentu saya yang kebetulan didelegasikan masuk keanggotaan Banggar akan memperjuangkan kenaikan anggaran keagamaan,” janji wakil rakyat dari Dapil 1 itu, kemarin (20/11). Dia mencontohkan, untuk anggaran Madrasah Diniyah (MD) sudah teralokasi sebesar Rp2 miliar. Pada saat pembahasan pihaknya bersama anggota Banggar lain hendak mengusulkan kenaikan hingga Rp4 miliar. “Pokoknya untuk sektor keagamaan itu perlu diperhatikan dan dinaikkan. Kami akan memperjuangkan pengalokasiannya seproporsional mungkin,” tandas pria yang tinggal di Awirarangan itu. Bukan hanya sektor keagamaan. Sebagai mantan ketua KNPI Kuningan, Uus pun bakal memperjuangkan sektor kepemudaan. Sejumlah OKP, ormas, organisasi kemahasiswaan, baik di bawah naungan KNPI atau pun bukan, harus mendapatkan perhatian dari APBD. “Pokoknya organisasi yang terdaftar di Kesbang perlu diberikan bantuan. Tapi tentu secara selektif, karena tidak semua organisasi itu eksis,” ujarnya. Di sektor kemandirian, Uus menyarankan agar ada skala prioritas bagi home industry. Seiring dengan naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar, bentuk bantuan yang hendak diberikan pada sektor kemandirian ini, lebih efektif apabila diarahkan pada perkembangan home industry. “Sebagai anggota Banggar, saya juga akan menekankan adanya perhatian untuk kepentingan para petani. Anggaran penunjang implementasi Perda Perlindungan LP2B perlu diberikan ruang. Karena itu menyangkut nasib para petani,” tandas Uus. Masih berkaitan dengan sektor kemandirian dan kesejahteraan, pihaknya menyayangkan kurang optimalnya pemberdayaan perikanan. Berdasarkan pengamatannya, selama ini kebutuhan ikan di Kuningan masih banyak dipasok dari luar. Baik itu dari Ciamis maupun dari Jatiluhur Purwakarta. “Ini mengindikasikan petani ikan di Kuningan belum bisa bersaing dengan harga pasaran dari luar Kuningan. Situ-situ atau embung yang banyak dibangun di Kuningan, belum mengarah pada perberdayaan ikannya. Masih dari sisi ketersediaan air. Untuk itu, perlu dialokasikan anggaran yang mengarah pada pemberdayaan perikanan,” pungkasnya. (ded)
Dana Keagamaan Harus Naik
Sabtu 21-11-2015,09:00 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,15:01 WIB
Ramalan Shio Keberuntungan 30-31 Juli 2026, Akhir Bulan Penuh Hoki untuk 5 Shio Ini
Kamis 30-07-2026,16:00 WIB
Komisi Informasi Kota Cirebon Putus Sengketa Dana BOS, Pemohon Masuk Daftar Hitam
Kamis 30-07-2026,20:31 WIB
Timnas Indonesia Bawa 23 Pemain ke Thailand, Tiga Bintang Dipastikan Absen Kontra Timor Leste
Kamis 30-07-2026,13:47 WIB
Pedagang Pasar Kanoman Resah Jelang Revitalisasi, Khawatir Dibebani Biaya Pindah ke Pasar Darurat
Kamis 30-07-2026,14:48 WIB
Rekomendasi Mobil Bekas Harga 50 Juta, Ada City Car hingga Sedan dengan Perawatan Murah
Terkini
Jumat 31-07-2026,12:00 WIB
Nekat Parkir di Kota Cirebon? Siap-siap Kena Denda Rp250 Ribu
Jumat 31-07-2026,11:37 WIB
Resmi Dibuka! Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon Tampung 270 Siswa, Imron: Terima Kasih Bapak Prabowo
Jumat 31-07-2026,11:30 WIB
Densus 88 Ungkap Indikasi Radikalisme Pelajar Cirebon, Orang Tua Diminta Waspada
Jumat 31-07-2026,11:15 WIB
Resmi Dilantik, Direksi dan Dewas 3 BUMD Kota Cirebon Langsung Diberi Target Berat oleh Wali Kota
Jumat 31-07-2026,11:03 WIB