Masa Tanam Tertunda, Penyerapan Berkurang MAJALENGKA – Menjelang masa tanam perdana (MT 1), pemerintah menjamin stok pupuk bersubsidi di pasaran masih cukup. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Drs H Abdul Gani MSi didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Taham SE menjelaskan, pihaknya justru menilai aneh jika nanti di lapangan petani masih kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurutnya, pupuk bersubsidi yang paling sering dipakai para petani adalah jenis urea. Kuota pupuk urea untuk wilayah Kabupaten Majalengka dari pemerintah pusat sepanjang tahun 2015 ini 40.986 ton. Kuota itu bahkan lebih rendah dari kuota di awal tahun yang diberi hingga 42 ribu ton. “Sedangkan, taksiran kami sepanjang tahun 2015 ini hanya dibutuhkan sekitar 37 ribu ton, itu sudah termasuk kebutuhan yang akan diserap pada MT-1 yakni di bulan November dan bulan Desember. Ini salah satunya karena terjadi keterlambatan musim tanam,” ujarnya kemarin (20/11). Menurutnya, semestinya di akhir September dan sepanjang Oktober lalu kebutuhan pupuk urea tinggi. Tetapi karena belum dimulai masa tanam, sehingga penyerapan pupuk di bulan September dan Oktober cukup minim. Dia menyebutkan, termasuk pada dua minggu awal di bulan November ini penyerapan pupuk bersubsidi jenis urea masih minim karena masa tanam belum terjadi secara serentak. Hanya di beberapa kawasan saja yang masa tanamnya sudah berlangsung dan menyerap pupuk bersubsidi urea tersebut. Dengan demikian, masih ada sisa stok kuota yang banyak untuk para petani yang akan memulai masa tanam (MT-1) secara serentak di akhir November atau awal Desember mendatang. Dia menjelaskan, kalaupun ada petani yang mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi yang dijual di kios-kios yang berizin, hal itu lebih disebabkan keterlambatan pengiriman dari gudang oleh distributor ke agen-agen atau pengecer. “Biasanya para petani tidak tentu kapan akan butuh pupuk, sedangkan di kios-kios terdekat stoknya baru akan dikirim dari distributor. Sehingga ketika petani butuh, stoknya seolah-olah kosong,” paparnya. Pihaknya mengaku jika ada jenis pupuk bersubsidi tertentu yang kuotanya sedikit dibandingkan yang dibutuhkan. Diantaranya pupuk SP-36 yang kuotanya sepanjang tahun 2015 ini hanya 6.445 ton, serta NPK kuota sepanjang 2015 dijatah hanya 13.346 ton. Saat ini stok dua jenis pupuk tersebut menipis karena sudah terserap pada MT sebelum-sebelumnya. Untuk stok pupuk bersubsidi lainnya seperti ZA kuota totalnya 8.789. Sementara pupuk organik kurang diminati, karena meskipun hanya dijatah 1.742 ton saat ini masih tersisa cukup banyak untuk kebutuhan petani pada MT-1 ini. (azs)
Stok Urea Masih Aman
Sabtu 21-11-2015,20:53 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 28-05-2026,12:29 WIB
Bocoran Infinix Hot 70 Pro Plus Bikin Geger, HP Rp3 Jutaan dengan Desain Flagship dan Layar 144Hz
Kamis 28-05-2026,07:04 WIB
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Ungkap Dampak Siklon Tropis Jangmi di Indonesia
Kamis 28-05-2026,11:22 WIB
Bikin Ortu Siswa Panik, Pendaftaran Sekolah Maung di Cirebon Terkendala Nilai TKA
Kamis 28-05-2026,09:32 WIB
Motor Listrik Harga di Bawah 20 Juta, VinFast Evo Jadi Skuter Retro Modern dengan Jarak Tempuh 150 Km
Kamis 28-05-2026,15:44 WIB
Harga Bekas Toyota Avanza 2026 Mulai Rp50 Jutaan, Ini Tahun Terbaik yang Masih Worth It Dibeli
Terkini
Jumat 29-05-2026,05:03 WIB
DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Transparansi Bantuan Infrastruktur Pendidikan
Jumat 29-05-2026,04:01 WIB
Hewan Kurban di Masjid Al-Falah Majalengka Meningkat, 2.000 Warga Terima Daging Kurban
Jumat 29-05-2026,02:01 WIB
KH May Dedu Jadi Imam Salat Id di Hongkong, Ajak PMI Teladani Keteguhan Siti Hajar
Kamis 28-05-2026,22:09 WIB
Jawa Barat Punya Potensi Agribisnis, Guru Besar Unma Soroti 8 Isu Strategis
Kamis 28-05-2026,21:01 WIB