Pastikan Tidak Diintimidasi, Warga Diimbau Menerima dengan Baik CIREBON – Sedikitnya ada 12 orang asal Kabupaten Cirebon yang ikut diungsikan dari perkampungan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Provinsi Kalimantan Barat. Terkait dengan pemulangan mereka, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan sejumlah tempat karantina. Kemarin, sejumlah unsur rapat bersama, antara lain Majelis Ulama Indonesia, Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, polres, kodim, kejaksaan negeri, disnakertrans hingga perwakilan beberapa kecamatan. Dalam rapat tersebut diketahui yang bertanggung jawab dalam pengangkutan warga adalah pihak TNI di Kalimantan. Rencana tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi yang dilakukan bupati Cirebon bersama berbagai lembaga terkait di ruang kepala Badan Kesejateraan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Cirebon. “Antisipasi kita di Cirebon menyambut kehadiran dan kedatangan mereka, pertama kita sudah menyiapkan penampungan sementara,” kata Kepala Kesbanglinmas Ma’mun Effendi di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Jumat (22/10). Masih dikatakan Ma’mun, tempat penampungan sementara di transito Krucuk, kantor Unit Pelaksana Teknis Transmigrasi daerah Plumbon dan di daerah Lemahabang yakni di rumah singgah milik Dinas Sosial Kabupaten Cirebon. Pihak MUI setempat akan melakukan pembinaan untuk meluruskan ajaran yang diyakini para warga dari ajaran agama Islam yang menyimpang sebelumnya. “Waktu pembinaannya tiga hari atau lebih, tetapi yang terpenting saat ini warga Cirebon yang sebagai mantan Gafatar harus kembali dulu dengan selamat,” katanya. Dijelaskan Ma’mun, bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menunggu keputusan apakah warga mereka akan diantarkan TNI hingga ke daerahnya atau tidak. Namun, pihaknya saat ini sudah mempersiapkan modal transportasi yang ada di Dinas Sosial apabila diminta menjemput sendiri warganya dari pelabuhan Semarang. Dan pemerintah daerah pun memastikan mantan Gafatar tidak akan diintimdasi oleh warga di daerahnya masing-masing.”Kami masih menunggu kepastian, dan bupati pun sudah mengimbau jika mantan Gafatar sudah kembali ke lingkungannya masing-masing, berharap warga setempat menerimannya. Dan pihak tokoh masyarakat masing-masing harus memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar,” katanya. Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Usamah Mansur meminta masyarakat tidak melakukan penolakan terhadap para warga mantan anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan, ke wilayahnya masing-masing. “Kita harus memperlakukan mereka sebagai manusia yang punya hak untuk memperoleh hak-hak hidupnya. Masyakat tidak perlu menolak kedatangan kembali mereka,” katanya. (arn)
Pemkab akan Karantina Eks Gafatar
Minggu 24-01-2016,04:19 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 26-03-2026,10:48 WIB
Jalan Tol di Kabupaten Kuningan Kapan Dibangun? Mandirancan Tembus Darma, Ini Bocoran Rutenya
Rabu 25-03-2026,22:00 WIB
Jelang FIFA Series 2026, Dean James Resmi Tersingkir dari Skuad Timnas
Kamis 26-03-2026,09:31 WIB
Kesaksian Korban Elf Terguling di Cingambul Majalengka: Sopir Diduga Kelelahan dan Belum Tidur
Kamis 26-03-2026,07:01 WIB
Usai Libur Lebaran, Bupati Imron Tekankan ASN Berikan Pelayanan Publik yang Prima
Kamis 26-03-2026,08:01 WIB
Hindari Macet Arus Balik Tahap 2! Diskon Tol 30 Persen Berlaku Mulai Hari Ini hingga Jumat
Terkini
Kamis 26-03-2026,16:30 WIB
Promo Informa Cirebon Payday Deals, Diskon Hingga 70% dan Cashback Rp1,3 Juta
Kamis 26-03-2026,16:02 WIB
KAI Hadirkan Promo 'Silaturahmi Mudik Lebaran' Diskon 20 Persen untuk Perjalanan Mudik Lebih Hemat
Kamis 26-03-2026,15:03 WIB
Harga Pangan Selama Ramadan dan Lebaran Stabil
Kamis 26-03-2026,14:35 WIB
Disnaker Kota Cirebon Terima 13 Aduan THR, dari Dibayar 'Seikhlasnya' hingga Tidak Penuh
Kamis 26-03-2026,14:31 WIB