Ini Sekolah-sekolah yang Belum Dilewati Angkot

Rabu 24-02-2016,10:17 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

HARJAMUKTI – Program pendidikan untuk masyarakat Kota Cirebon bersekolah sudah cukup lengkap. Namun, hal itu belum ditunjang dengan sarana yang memadai. Selain jalan rusak, akses angkot tidak terjamah di beberapa sekolah negeri. Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon, H Sumardi mengatakan, masyarakat banyak mengeluhkan persoalan akses kendaraan angkot yang melintas di beberapa sekolah. Paling banyak masukan berasal dari SMAN 9, SMAN 8 dan SMPN 3 yang sama sekali tidak tersentuh akses angkot. “Untuk SMAN 8 dan SMPN 3 yang letaknya berdekatan di Pronggol Lemahwungkuk, susah diakses kalau naik angkot,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kepada Radar, Selasa (23/2). Dia meminta Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinkom) untuk mengatur trayek angkot terdekat, masuk ke Jalan Buyut-Pronggol. Sementara untuk SMAN 9 di Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Sumardi menyarankan membuat trayek angkot baru. Selama ini banyak siswa berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Karena tidak semua siswa tiga sekolah itu orang mampu, rasa lelah berjalan pasti mempengaruhi konsentrasi dalam belajar. Bahkan, pria yang akrab disapa Pakde itu mengusulkan pihak sekolah menyediakan mobil khusus antar jemput dari jalan yang dilalui angkot ke sekolah. Namun, kalau tidak memungkinkan dapat dilakukan pengalihan trayek angkot. “Sejak dulu saya minta, belum juga direspons,” ucapnya. Kepala Bidang Angkutan dan Teknik Sarana Prasarana Dishubinkom, Abdurrakhim M Abbas SSos MM mengatakan, untuk jalur akses di SMAN 9 sebenarnya ada angkot yang melintas. Karena wilayah itu sepi, angkot yang memiliki trayek melintasi sekitar sekolah tersebut tidak lagi lewat. Akhirnya, banyak tukang ojek yang menawarkan jasa. Karena itu, pihaknya sudah merencanakan untuk mengumpulkan camat, lurah, angkot tukang ojek, sekolah dan unsur terkait lainnya dalam satu forum bersama. Karena Camat Harjamukti dijabat oleh Drs Agus Suherman SH MH yang masih relatif baru, berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dishubinkom Maman Sukirman SE MM, Abdurrakhim menunda pertemuan tersebut. “Rencananya ada jalur angkot aktif. Juga membuat halte di beberapa titik,” tukasnya. Sedangkan untuk persoalan angkot di SMPN 3 dan SMAN 8 Pronggol, memang tidak ada trayek yang melintas di sekitar dua sekolah tersebut. Namun, Dishubinkom sudah bekerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan semacam bus sekolah antar jemput siswa di titik lokasi yang terlewati angkot. Artinya, mobil antar jemput siswa tersebut tidak sampai ke rumah masing-masing, tetapi mengambil dan menjemput di halte tertentu. Hanya saja, karena ada beberapa pembahasan yang belum menemukan titik sepakat, hingga saat ini rencana tersebut tidak ada kepastian. Untuk membuat trayek angkot baru yang melintas ke SMPN 3 dan SMAN 8 di sekitar Jalan Buyut-Pronggol, hal itu dapat dilakukan. Namun, solusi ini menjadi alternatif kedua jika tidak menemukan kata sepakat dengan pihak swasta yang berniat memberikan alternatif mobil antar jemput dari dan ke titik halte yang berada di wilayah perlintasan angkot. (ysf)  

Tags :
Kategori :

Terkait