KUNINGAN - Masih banyaknya warga yang belum memiliki akta kelahiran, terutama usia 0-18 tahun, membuat Pemkab Kuningan meluncurkan program pembuatan akta gratis. Program ini lebih difokuskan kepada pelajar. “Ada sekitar 30 ribu warga Kuningan yang belum memiliki akta kelahiran. Dari jumlah itu, sebagian berusia 0-18 tahun,” ucap Kadisdukcapil Kuningan, Drs H KMS Zulkifli MSi kepada Radar usai menyerahkan akta kelahiran kepada siswa SMPN 5 Ciawigebang, kemarin (15/3). Dia menerangkan, banyaknya penduduk usia sekolah, maka pada tahun ini pihaknya meluncurkan program akta gratis bagi siswa. Dari sekian banyak sekolah, ternyata SMPN 5 Ciawigebang yang merespons program tersebut. SMPN 5 Ciawigebang mengajukan 100 siswa, dan baru difasilitasi akta gratis kepada 66 siswa. Sisanya belum lengkap, sehingga menunggu kelengkapan data lebih dulu. “Memiliki akta itu sangat penting bagi warga Indonesia, karena bukti otentik setiap orang salah satunya adalah data kelahirannya. Ini bukti perhatian pemerintah kepada warga Kuningan, khususnya para pelajar. Program ini gratis karena pemerintah yang menanggungnya,” ucap Zul, sapaan Zulkifli. Bagi mereka yang terlambat membuat akta, kata dia, terkena denda Rp20 ribu. Bukan itu saja, kalau membuat sendiri di desa, biasanya ada biaya lain sesuai dengan peraturan desa (perdes). Namun karena ingin membantu warga, maka pembuatan akta kelahiran kali ini digratiskan. “Program ini sesuai dengan aturan Permendagri yang mengharuskan setiap anak memiliki akta kelahiran. Bahkan, tahun ini anak di bawah 16 tahun harus memiliki kartu indentitas anak,” ujarnya. Mantan pejabat BKD Kuningan ini juga menerangkan, program tersebut terbuka bagi semua pelajar. Asalkan pihak sekolah berkoordinasi dengan Disdukcapil. Pihaknya tidak akan membatasi jumlah siswa. “Kalau bisa sih sebanyak mungkin,” ucapnya. Dia berharap, semua warga memiliki akta kelahiran. “Sekali lagi, akta kelahiran penting. Banyak kasus tanpa memiliki akta gagal mencapai cita-cita. Sebagai contoh, ada anak Papua yang akan masuk ke tim Barcelona FC, tapi karena tidak ada akta lahir, dia gagal,” tandas Zul. Terpisah, Kepala SMPN 5 Ciawigebang Efendi MMPd mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Dari 500 siswa, memang tinggal 100 siswa yang belum memiliki akta lahir. “Saya ucapkan terima kasih kepada ibu bupati dan kadisdukcapil. Program ini sangat bermanfaat. Akta itu sangat penting,” jelas Efendi. Sementara itu, orang tua Dedeh Zainatul Fuadah, Emah mengatakan, adanya program ini sangat membantu, terutama keluarga kurang mampu. Dari pantauan Radar, penyerahan akta kelahiran gratis dilakukan di salah satu ruang kelas. Tampak para orang tua murid semringah karena impian memiliki akta terwujud. Selama ini tidak sedikit yang mencoba membuat, tapi prosesnya lama, meski uang sudah masuk ke pihak desa. (mus)
Disdukcapil Kuningan Gratiskan Akta Kelahiran
Rabu 16-03-2016,09:11 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 01-06-2026,12:47 WIB
Kapolri, Ketua MPR, Ketua PBNU Lepas Jenazah KH Adib Rofiuddin Izza
Senin 01-06-2026,09:45 WIB
Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, KH Adib Rofiuddin Izza Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon Wafat
Senin 01-06-2026,15:56 WIB
Suasana Jelang Pemakaman KH Adib Rofiuddin Izza, Kapolda hingga Tokoh Nasional Berdatangan
Senin 01-06-2026,04:47 WIB
6 Shio Paling Cuan Juni 2026, Rezeki Mengalir Deras dan Peluang Usaha Makin Terbuka Lebar
Senin 01-06-2026,03:59 WIB
Harga BBM Pertamina Turun 1 Juni 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Lebih Murah
Terkini
Senin 01-06-2026,22:00 WIB
Hasil Indonesia vs Myanmar 3-0: Garuda Muda Tampil Dominan di Laga Perdana AFF U-19 2026
Senin 01-06-2026,21:01 WIB
Dewan Komisaris Pertamina Motivasi Generasi Muda Lewat Kelas Inspirasi di Karangasem
Senin 01-06-2026,21:00 WIB
CIMB Niaga Syariah Salurkan Dana Kurban Rp737 Juta, Cirebon Jadi Salah Satu Penerima Manfaat
Senin 01-06-2026,20:29 WIB
Begini Alasan Pilih Jadi Nasabah Bank BRI, Salah Satunya karena Miliki Banyak Outlet
Senin 01-06-2026,20:04 WIB