LONDON – Para pembalap Formula 1 tak tahan lagi menghadapi balapan yang dianggap amburadul. Mereka pun meminta perubahan besar di level atas manajemen F1. Mereka menyatakan bahwa pengambilan keputusan (decision making) saat ini \'\'kuno\'\' dan \'\'cacat secara struktural\'\'. Hal itu ditegaskan dengan mengirim surat terbuka dari Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA). Yang ditandatangani oleh Direktur GPDA Jenson Button dan Sebastian Vettel serta Chairman Alex Wurz. Mereka mendesak para pemilik tim dan pihak terkait di F1 merestrukturisasi organisasi F1 Management. Dalam surat itu antara lain, berbunyi, \'\'Kami merasa bahwa beberapa perubahan aturan yang terjadi belakangan ini (baik dari sisi teknis maupun balapan), bahkan dalam hal-hal yang terkait bisnis, justru menimbulkan kekacauan. Juga tidak jadi solusi atas isu besar yang sedang dihadapi olahraga kita yang tercinta. Dalam beberapa kasus, perubahan aturan itu justru membahayakan masa depan F1.\'\' \'\'Kami sampai pada kesimpulan bahwa pengambilan keputusan di olahraga ini sangatlah kuno dan cacat secara struktur. Mereka menghalangi terwujudnya kemajuan, bahkan bisa menimbulkan gridlock. Jalan buntu,\'\' lanjut surat itu. Dari bahasa dalam surat tersebut, tampak jelas mereka resah akan beberapa hal. Misalnya, aturan double point yang diterapkan pada 2014, perubahan format kualifikasi tahun ini, hingga pembatasan komunikasi radio antara tim dan pembalap. Yang menjadi perhatian berikutnya adalah tentang terus menurunnya penonton F1 di televisi yang tentu pada akhirnya akan berpengaruh terhadap sponsorship dari tiap tim. Hal tersebut merupakan respon dari rencana F1 menjual hak siar eksklusif dengan Sky Sports. Benar saja. Beberapa jam setelah surat itu diterbitkan, F1 mengumumkan perpanjangan kontrak dengan jaringan televisi asal Inggris tersebut. Efeknya, F1 tidak akan lagi disiarkan secara gratis di televisi Inggris mulai 2019. Sementara, kontroversi soal kualifikasi tidak happy ending buat pembalap. F1 akan tetap memberlakukan format baru kualifikasi di GP Bahrain pekan depan (3/4). Keputusan itu diambil Strategy Group kemarin dan akan diratifikasi oleh F1 Commission. Dalam pertemuan itu disepakati format yang pertama kali berlaku di Australia itu akan diberi kesempatan lagi di Bahrain meski akan ada sedikit perubahan. Kabarnya kualifikasi akan berbentuk hybrid, gabungan antara format baru dan lama. Yakni kualifikasi 1 dan 2 (Q1 dan Q2) menggunakan format baru, sedangkan Q3 mengadopsi sistem lama. (cak/c4/na)
Kekecewaan yang Berujung Marahnya Para Pembalap F1
Sabtu 26-03-2016,23:49 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,08:28 WIB
Momen Mudik Artis Olivia Jensen di Cirebon, Kunjungi Keraton Kacirebonan dan Keluarga
Minggu 22-03-2026,09:30 WIB
Final Carabao Cup 2026: Arsenal vs Manchester City, Duel Panas Arteta dan Guardiola
Terkini
Minggu 22-03-2026,23:00 WIB
Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran 2026 Capai 30 Persen, Catat Jadwal dan Rutenya
Minggu 22-03-2026,22:00 WIB
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama
Minggu 22-03-2026,21:27 WIB
Geger! Pria Ditemukan Tewas di Dasar Balong Kesenden Cirebon, Begini Kronologinya
Minggu 22-03-2026,21:00 WIB
Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Gaming agar Tidak Overbudget
Minggu 22-03-2026,20:00 WIB