LE MANS – Siapa yang tidak tergiur jika mendapatkan tawaran dari Movistar Yamaha? Tim juara bertahan, kaya raya, motornya pun tampak paling stabil musim ini. Plus, bisa satu tim dengan legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi. Siapapun pasti tersanjung jika diincar tim yang bermarkas di Lesmo, Italia, tersebut. Termasuk si anak muda bintang Suzuki Ecstar, Maverick Vinales. Namun, jika memikirkan karir jangka panjang, ada beberapa pihak yang menyarankan Vinales bertahan di Suzuki. Apalagi, melihat sukses dia memanjat podium ketiga di Le Mans, Minggu lalu (8/5), seharusnya dia cukup paham bahwa Suzuki bisa memenuhi ambisinya menjadi top rider. Salah seorang yang menyuarakan itu adalah mantan bintang Suzuki, Kevin Schwantz. \'\'Kalau aku berada di posisi Maverick, aku akan membuat keputusan yang benar. Baik secara karir maupun bisnis. Aku akan tinggal di Suzuki,\'\' ucap mantan juara dunia 500 cc tersebut kepada Motorsport. Apa yang perlu dilakukan Vinales, lanjut Schwantz, adalah memperbaiki penampilannya di kualifikasi. Lalu, memoles cara start. Hanya dengan itu saja, dia bakal bisa konsisten naik podium, karena sejatinya GSX-RR karya para engineer Suzuki sangat reliable. \'\'Lihat saja di Le Mans. Kalau start dia lebih baik, dia bisa melakukan apa yang dilakukan Valentino Rossi,\'\' kata Schwantz. \'\'Dia bisa mendahului Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Tak perlu menunggu keduanya jatuh sebelum mengambil alih posisi ketiga,\'\' lanjutnya. Setidaknya, ada dua hal yang membuat Vinales tak perlu pindah ke Yamaha. Pertama, tentu faktor Suzuki. Menurut Schwantz, performa GSX-RR sudah sangat mendekati Yamaha. Handle-nya bagus, akselerasinya oke, dan speed-nya menyamai Yamaha di trek lurus. Power mesin memang masih kalah dari Ducati. Tapi kalau dibandingkan Yamaha dan Honda, tidak terlalu jauh. Yang kedua adalah faktor Rossi. Sekilas, berada satu tim dengan juara MotoGP tujuh kali itu begitu menggiurkan. Anak muda seperti Vinales bisa belajar banyak darinya. Tapi jangan lupa. Perlakuan tim kepada rekan setim Rossi tentu bakal jauh berbeda. Jorge Lorenzo saja, yang sama-sama berstatus juara dunia, sekali waktu tetap merasa dianak tirikan. Apalagi Vinales yang belum jadi siapa-siapa. \'\'Kalau dia (Rossi) mengalahkanmu, nilaimu sebagai pembalap bakal langsung terjun bebas,\'\' kata Schwantz. \'\'Di Suzuki, Maverick tidak perlu mengalami pressure seperti itu. Kamu bisa bekerja sendirian, mengembangkan diri sendiri, dan menjadi rider yang lebih komplet,\'\' saran pria 51 tahun tersebut. (na)
MotoGP, Vinales Lebih Baik di Suzuki
Rabu 11-05-2016,15:44 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 08-09-2026,12:22 WIB
Ya Ampun! Becak Listrik Pemberian Prabowo Dijual Rp8 Juta di Cirebon
Selasa 08-09-2026,14:55 WIB
Rumah Estetik Sekaligus Bawa Hoki, Ini 7 Tanaman Hias Feng Shui yang Cocok Dijadikan Dekorasi di Dalam Rumah
Selasa 08-09-2026,14:00 WIB
Becak Listrik Gratis, Penghasilan Pak Suleman di Cirebon Ternyata Cuma Rp5.000 Sehari
Selasa 08-09-2026,15:00 WIB
Dipercaya Bawa Hoki, Ini 7 Tanaman Hias Keberuntungan Paling Ampuh Buat Jadi Hiasan Rumah
Selasa 08-09-2026,19:01 WIB
Warga Rawaurip Cirebon Protes Tiang WiFi Dipasang di Depan Rumah Tanpa Izin, Minta Dicabut
Terkini
Rabu 09-09-2026,10:35 WIB
Expo dan Penutupan KKN UMMADA Cirebon 2026, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Inovasi Mahasiswa
Rabu 09-09-2026,10:15 WIB
Razia Knalpot di Jalan Perjuangan Cirebon, 21 Kendaraan Langsung Ditilang
Rabu 09-09-2026,10:11 WIB
Calvin Verdonk Jadi Camat Tak Dimainkan, Lille VS Real Betis Tuntas 2-3, Kapan Bek Timnas Ini Debut?
Rabu 09-09-2026,09:30 WIB