JAKARTA- Posisi Saut Situmorang sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus digoyang. KPK sendiri melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait persoalan tersebut. Hasilnya akan menjadi penentu apakah dibentuk komite etik untuk menyidangkan kasus Saut. Sejak ketegangan Saut dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mencuat, desakan agar Saut mundur pun semakin deras. KPK juga didesak untuk memberhentikan Saut. Dengan derasannya desakan itu, komisi antirasuah itu ternyata tidak tinggal diam. KPK pun melakukan pulbaket untuk mendalami persoalan itu. Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, hasil dari pulbaket akan sangat menentukan apakah perlu dibentuk komite etik. “Masih menunggu pulbaket,\" terang dia. Jadi, pihaknya tidak bisa serta membentuk komite etik sebelum pulbaket dilaksanakan. Terkait dengan pengerusakan yang dilakukan masa HMI saat aksi, apakah KPK akan menempuh jalur hukum? Agus menyatakan, sebenarnya komisi bisa menempuh jalur hukum. \"Tapi masak gara-raga itu kita harus berantem,\" ujar dia saat ditemui di Hotel Borobudur kemarin. Pihaknya tidak melaporkan pengerusakan kasus pengerusakan ke polisi. Sebelumnya, masa HMI dua Kali melakukan aksi di gedung KPK. Pada Senin (9/5) lalu, demonstrasi berlangsung ricuh. Massa mendesak untuk masuk komplek gedung, sehingga terjadi saling antara polisi dan mahasiswa. Mereka juga melempar batu ke arah petugas yang menjaga gedung KPK. Petugas berusaha menghindar. Untuk menghentikan aksi lempar batu, polisi menembakkan gas air mata. Tapi aksi mahasiswa semakin memanas. Mereka melepas beberapa tulisan nama KPK dan mencorat-coretnya dengan cat merah. Mahasiswa juga naik pagar dan terus berorasi. Tidak hanya itu mereka juga merusak pot bunga dan membantingnya di tengah jalan. Tempat sampah dan kursi besi yang ada di jalur pedestrian juga jadi sasaran, dirusak dan dimasukkan got. Mahasiswa juga memecah kaca pos jaga. Hari berikutnya, pada Selasa (10/5), masa datang lagi ke gedung KPK. Mereka memberikan hadiah nasi bungkus, sapu lidi, dan bunga untuk komisi anti rasuah yang diserahkan Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir. Mulyadi menyatakan, pihaknya mendesak Saut untuk mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua KPK. Dia dianggap menghina dan melecehkan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia. Seharusnya sebagai pejabat negara, dia bisa menjaga lisannya dan tidak melakukan fitnah. Pihaknya juga melaporkan Saut ke polisi karena dianggap melakukan penghinaan. Sebelumnya, secara terbuka Saut Situmorang sudah meminta maaf. \"Saya minta maaf. Mohon dimaafkan,\" katanya. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung HMI. Ia juga mengajak organisasi mahasiswa itu menjadi mitra KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi. Dia juga akan berjanji menjalin silaturhami dengan PB HMI. Namun, permintaan maaf itu tidak bisa menghentikan masalah itu. (lum)
Posisi Saut di KPK Terus Digoyang
Jumat 13-05-2016,09:18 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,14:41 WIB
Pemudik Jadi Sasaran Debt Collector, Polisi Bertindak Cepat di Cirebon: Aksi Perampasan Digagalkan
Rabu 18-03-2026,17:01 WIB
Motif Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Simak Penjelasan TNI
Kamis 19-03-2026,03:01 WIB
Moonraker Cirebon Bagi 1.000 Takjil Jelang Lebaran, Ratusan Anggota Turun ke Jalan
Rabu 18-03-2026,19:52 WIB
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Pemerintah Beri Apresiasi
Rabu 18-03-2026,20:57 WIB
Detik-Detik Motor Pemudik Terbakar Saat Melintasi Cirebon, Satu Keluarga Selamat
Terkini
Kamis 19-03-2026,14:30 WIB
Update Tol Cipali Terbaru: Arus One Way Ramai Lancar dan Titik Perlambatan
Kamis 19-03-2026,14:29 WIB
Pakai Metode Hisab, Jemaah Asy-Syahadatain Indramayu Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Kamis 19-03-2026,14:15 WIB
Live Sidang Isbat Kemenag 2026: Jadwal, Cara Nonton, dan Prediksi Lebaran 1447 H
Kamis 19-03-2026,14:03 WIB
Ketua Umum GP Anshor Tinjau Posko Mudik GP Ansor Kec Harjamukti
Kamis 19-03-2026,13:05 WIB