BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membentuk bank khusus menangani petani dan nelayan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses para petani dan nelayan pada perbankan. Menurut Heryawan, ide ini dilontarkan karena selama ini petani dan nelayan kerap bermasalah dengan finansial, khususnya modal. Ketika hendak mengajukan ke bank, kata dia, mereka kerap mendapat benturan dengan beragam persyaratan. ”Bank khusus untuk petani dan nelayan ini katanya sudah berjalan di Vietnam dan hasilnya sangat baik,” jelas Heryawan ketika ditemui dalam membuka acara diskusi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, kemarin (16/5). Heryawan menilai, petani dan nelayan hingga saat ini kerap dipandang sebelah mata dalam hal administrasi. Di samping itu, bank juga kerap memberikan suku bunga tinggi. Bagi Heryawan, suku bunga yang ada kerap melemahkan. Sebab, pemberlakuannya masih sangat tinggi, bahkan beberapa kasus hampir menyamai keuntungan para petani. ”Ini yang kerap menghambat mereka kembali meminjam modal ke perbankan,” ujarnya. Dia mengaku, sangat mendukung bila ada perbankan yang bisa memberikan bantuan pinjaman kredit kepada petani dengan bunga rendah dan dibantu subsidi. Makanya, Heryawan mengusulkan ke pemerintah pusat agar bisa mengkaji dan mengevaluasi kebijakan financial yang pro pada petani dan nelayan. Terlebih, jumlah mereka tercatat 40 persen dari total penduduk di Indonesia. Selain itu, pemberian subsidi kepada petani dan nelayan juga harus ditingkatkan. Khususnya, berupa pupuk, benih serta peralatan pertanian. Yang tidak kalah penting, lanjutnya, memberikan kesempatan kepada para petani penggarap memperoleh lahan dari pemerintah untuk dikelola berdasarkan hak guna usaha (HGU). ”Jadi kalau kita membela petani dan nelayan maka hampir separo penduduk Indonesia kita bela untuk bangsa dan negara ini,” ucapnya. Disinggung penetrasi pertanian di Jawa Barat, Heryawan mengaku, ada program khusus untuk mengdongkrak hal itu. Salah satunya adalah mencetak sawah baru di Jabar bagian selatan. (yan/rie)
Aher Usul Bank Khusus Petani dan Nelayan
Selasa 17-05-2016,13:20 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,10:01 WIB
Tagihan PDAM Cirebon Naik? Simak Penjelasan Dirut
Selasa 22-09-2026,19:59 WIB
Dosen UIN Siber Cirebon Minta Maaf soal Dugaan Pinjam Uang ke Mahasiswa, Siap Terima Sanksi
Selasa 22-09-2026,19:59 WIB
Kasus Dosen Pinjam Uang Mahasiswa, Pelaku Minta Maaf, Bantah Terlibat Judol
Selasa 22-09-2026,23:09 WIB
5 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Cocok Diletakkan di Kamar dan Ruang Tamu
Selasa 22-09-2026,22:04 WIB
BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan 2026-2027: 61 Persen Wilayah Datang Lebih Lambat
Terkini
Rabu 23-09-2026,19:35 WIB
Pelindo Regional 2 Cirebon Dapat Kunjungan Direktur Komersial, Ini yang Ditinjau
Rabu 23-09-2026,19:04 WIB
Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati dan DPP HAPI Sepakati Kerja Sama 1.000 Beasiswa PKPA dan UPA
Rabu 23-09-2026,19:01 WIB
Polres Kuningan Ungkap 12 Kasus Narkoba, 22 Tersangka Diamankan dan 7.273 Obat Keras Disita
Rabu 23-09-2026,18:38 WIB
Suspim Kemhan Kunjungi Pemkot Cirebon, Bahas Penguatan Ekonomi Lokal dan Pelayanan Masyarakat
Rabu 23-09-2026,18:31 WIB