KUNINGAN - Warga Desa Sangkanherang, Kecamatan Nusaherang dibuat heboh dengan penemuan bunga bangkai. Bunga raksasa langka itu ditemukan oleh pemuda Karang Taruna di Gunung Ciremai, atau di ketinggian 1.200 hingga 1.500 mdpl. Bunga yang memiliki bau bangkai menyengat tersebut, ditemukan 4 sekaligus. Hanya lokasi satu bunga bangkai dengan lainnya berbeda, atau masing-masing tumbuh di kisaran radius 1 kilometer. Satu bunga bermarga tumbuhan amorphophallus tersebut, tumbuh menjulang setinggi 3 meter. Hanya kelopaknya belum mekar, atau masih berupa penis rusak. Ukuran kelopaknya berdiameter 80 cm. Tiga bunga bangkai sisanya berukuran 1 meter hingga 1,5 meter dengan kondisi kelopaknya sama, tetap masih kuncup. “Satu bunga bangkai ini kalau sudah mekar bisa menjadi bunga bangkai raksasa. Umum paling tinggi 2,5 meter, satu bunga bangkai ini tingginya saja sudah 3 meter. Kalau sudah mekar, bunganya bisa punya lebar 1,5 meter. Sedangkan 3 bunga bangkai lain, masih terbilang kecl-kecil,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Sangkanherang Ivan Sofyan kepada Radar , kemarin. Bunga bangkai sudah tercium dari radius 500 meter. Ia pun mencari arah bau menyengat bunga yang endemiknya tumbuh di Sumatera dan Sulawesi ini. Mulanya ditemukan bunga bangkai berukuran kecil. Tapi saat kembali ke arah jalan hutan semula, mendadak ia dan temannya melihat bunga bangkai raksasa setinggi 3 meter dengan bunga masih kuncup. Ada beberapa keanehan dari tanaman langka hasil temuannya tersebut. Endemik di Sumatera dan Sulawesi, biasa memiliki banyak paduan warna. Tetapi bunga bangkai ini, dominan warna ungu. Anehnya, sifat bunga bangkai tumbuh di dataran rendah. Tapi 4 bunga bangkai temuannya berada di dataran tinggi. Atau masuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Dari pemukiman warga Desa Sangkanherang, bisa ditempuh dalam jangka waktu 3 jam. Atau ketinggian 1.200 hingga 1.500 mdpl. “Secara geografis, lokasi bunga bangkai masih masuk Desa Sangkanherang. Hanya karena berada di dalam hutan, jadi masuk TNGC,” kata Ivan yang juga aktivis LSM lingkungan Kanopi ini. Ia bisa menyebut endemik bunga bangkai ini khas Kabupaten Kuningan. Temuan bunga bangkai inipun, rencananya akan dilestarikan. Minimal ia berencana untuk memberikan pagar di lingkungan tumbuhnya agar tidak diganggu oleh masyarakat. “Saya sudah sampaikan ke rekan-rekan sampai ke masyarakat untuk bisa ikut menjaga bunga langka ini,” aku Ivan.(tat)
Ditemukan 4 Bunga Bangkai di Sangkanherang
Kamis 19-05-2016,16:58 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-10-2026,09:30 WIB
Kebocoran Pipa Pertamina di Indramayu, 808 Warga Akhirnya Dapat Kompensasi
Senin 05-10-2026,08:24 WIB
Head to Head Indonesia VS Thailand, 35 Laga Jadi Saksi, Final FIFA ASEAN Cup 2026 Siap Menanti
Senin 05-10-2026,13:37 WIB
iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spesifikasi, Kamera, Baterai dan Harga, Mana Lebih Unggul?
Senin 05-10-2026,16:26 WIB
Beli Motor Rp1,4 Juta Tanpa Surat, WS Tak Berkutik Ditangkap Polisi
Senin 05-10-2026,08:00 WIB
Ini 6 Rekomendasi Mobil Sedan Bekas di Bawah 50 Juta, Desain Timeless, Irit BBM, Tetap Ramah Kantong
Terkini
Selasa 06-10-2026,07:18 WIB
Avanza Lepas Kendali, Hantam Empat Gerobak Pedagang di Kebon Pelok Cirebon
Selasa 06-10-2026,07:00 WIB
DPC Apdesi Majalengka Keluhkan Sikap Kades AMJ Usul ke DPR RI
Selasa 06-10-2026,06:25 WIB
13 Mobil Bekas Rp60 Jutaan Oktober 2026 untuk Beragam Kebutuhan, Ada City Car, MPV, Sedan hingga SUV Premium
Selasa 06-10-2026,06:24 WIB
Honda HR-V 2026 Makin Lengkap, 5 Varian Tersedia, Ada e:HEV, Modulo, hingga RS dengan Panoramic Roof
Selasa 06-10-2026,06:00 WIB