Menerima dengan Terpaksa, Trump Jadi Capres AS

Kamis 21-07-2016,12:30 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

CLEVELAND– “Saya kecewa. Tapi, ya beginilah. Apa yang terjadi, terjadilah,” kata Senator Mike Lee dari Negara Bagian Utah pada hari kedua Konvensi Nasional Republik (RNC) di Cleveland, Ohio, AS. Hajatan agung itu mengukuhkan Donald Trump, kandidat yang paling tidak disukai oleh politikus partainya sendiri, sebagai calon presiden AS dari Partai Republik. Senator Lee tidak sendirian. Begitu nama Trump diumumkan sebagai pemenang kompetisi capres Republik, sejumlah delegates langsung hengkang. Mereka meninggalkan ruang konvensi sambil bersungut-sungut. Bahkan, ada yang melangkah keluar sambil marah-marah. Tapi, ada juga yang memilih diam dan tetap duduk di dalam ruangan meski kekecewaan tergambar jelas di wajah mereka. Delegate asal Negara Bagian Washington Teri Galvez juga mengaku kecewa terhadap hasil konvensi. Dengan tegas, dia mengatakan bahwa dirinya dan timnya sama sekali tidak memihak Trump. Meski demikian, senang atau tidak senang, mereka tetap harus menerima keputusan konvensi. Trump bakal memberikan jawaban resmi atas keputusan konvensi pada Kamis waktu setempat (21/7). Tapi, tanpa formalitas partai itu pun sudah jelas bahwa pebisnis yang tiga kali menikah tersebut akan menerima keputusan konvensi dengan senang hati. Pada November, dia dan Gubernur Indiana Mike Pence yang menjadi wakilnya akan bersaing dengan pasangan capres dan cawapres Partai Demokrat. Pebisnis properti dan perintis reality show televisi itu pun punya kesempatan menjadi the leader of the free world dan pemimpin paling berkuasa di dunia. Setelah mengumumkan kemenangan Trump, Ketua DPR AS Paul Ryan mengimbau partai bersatu. Dia berharap semua delegates dan superdelegates yang hadir dalam konvensi memberikan dukungan terhadap Trump. Republik berharap bisa merebut kursi presiden yang selama dua periode berturut-turut menjadi milik Demokrat. Konvensi Nasional Republik resmi menetapkan Trump sebagai kandidat partai pada Selasa malam waktu setempat (19/7) atau kemarin WIB. Bergantian, para delegates dan superdelegates dari seluruh negara bagian AS memberikan suara mereka. Perhatian media tertuju kepada delegates dari Negara Bagian New York. Sebab, anak-anak taipan 70 tahun itu ikut mendampingi para delegates. “Menjadi kehormatan bagi saya mendukung Donald Trump dalam konvensi malam ini,” ungkap Donald Trump Jr., putra sulung Trump. Semua orang yang hadir dalam konvensi tersebut langsung bertepuk tangan. Selain pebisnis 38 tahun itu, anak-anak Trump yang lain juga menghadiri konvensi. Di antaranya, Ivanka dan Tiffany. Keluarga tidak mau ketinggalan momen penting yang menjadi puncak kampanye 13 bulan Trump. Begitu sang ayah diumumkan sebagai capres resmi Republik, anak-anak Trump tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka. ”Ini sulit dipercaya. Surreal. Saya sangat bangga kepada ayah saya,” seru Ivanka. Selama berkampanye, Trump lebih banyak menggunakan putri pertamanya itu sebagai senjata ketimbang sang istri. Sebab, popularitas Ivanka di mata publik AS jauh lebih baik daripada Melania Knauss. Kehadiran keluarga besar Trump dalam acara akbar partai berlambang gajah itu memang menarik perhatian publik. Tapi, media justru lebih tertarik pada ketidakhadiran beberapa tokoh senior Republik dalam konvensi. Di antaranya, mantan Presiden George HW Bush, mantan Presiden George W Bush, Gubernur Ohio John Kasich, dan mantan kandidat capres Mitt Romney. (AFP/Reuters/BBC/hep/c6/sof)

Tags :
Kategori :

Terkait