BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai contoh bagi provinsi lainnya di Indonesia dalam aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi. Ketua Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan dan Penindakan Terintegrasi KPK Asep Rahmat mengatakan, pihaknya berencana akan mengumpulkan seluruh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka membuat rencana terintegrasi mengenai pencegahan korupsi. Dalam rencana itu, akan ada beckmarking dengan melakukan penandatanganan MoU antara kepala pemerintahan untuk mengaplikasikan tiga sistem mengenai pencegahan korupsi yang ada di Jabar. Menurutnya, sistem ini terkait dengan pendapatan yang sudah dibangun Samsat, TPSP satu pintu dan manejemen kinerja. ”Nanti ada MoU dengan 16 gubernur bersama gubernur Jabar. Mereka akan mengimplementasikan di daerah masing-masing,” jelas Asep ketika ditemui usai petemuan dengan Gubernur Jabar di Gedung Sate kemarin (1/11). Selain itu, dari hasil pertemuan itu, pihaknya juga melaporkan mengenai perkembangan pelayanan satu pintu untuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sudah dikembangkan di sembilan kabupaten di Jabar. Atas pertemuan tersebut, lanjut dia, pihaknya akan segera mengimplementasikan dengan melakukan koordinasi bersama seluruh pemerintahan daerah untuk menyusun rencana aksi. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan untuk pencegahan korupsi bisa dilakukan sudah dilakukan disetiap daerah. Sebetulnya, pernyataan bersama komitmen ini sudah dilakukan oleh gubernur Jabar, tetapi untuk menindaklanjutinya baru sekarang dilakukan membuat pernyataan dalam pencegahan dan penindakan korupsi. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pelaksanaan MoU ini akan dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan mengambil sistem di Jabar untuk diterapkan didaerah masing-masing. Menurutnya, sistem yang sudah diterapkan di Jabar mendapat penilaian baik. Sehingga dijadikan contoh untuk daerah lainnya. Bahkan bila ada provinsi lain yang meminta aplikasi pihaknya akan memberikannya dengan sukarela. Selain itu, pemprov Jabar juga bersedia memberikan dan membagi penerapan sistem ini. Yakni dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada di daerah. Tujuannya, untuk belajar menerapkan apa yang sudah diaplikasikan di Jabar. ”Memberikan aplikasi enggak masalah. Meskipun aplikasi ini milik pemprov Jabar, tapi kalau digunakan untuk kepentingan bersama saya pikir tidak masalah,” kata Heryawan. (yan/fik)
KPK Jadikan Jabar Percontohan
Rabu 02-11-2016,11:23 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,14:14 WIB
Pembunuhan di Hotel Cirebon: S Cemburu Lihat Mantan Istri Video Call Pria Lain
Selasa 22-09-2026,10:00 WIB
BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel di Kota Cirebon Ditangkap di Pangandaran
Selasa 22-09-2026,05:02 WIB
Diblokir Jurgen Klopp, Laurin Ulrich Gagal Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kloter Kedua 2026
Selasa 22-09-2026,05:02 WIB
Kasus Penyakit di RS Sumber Waras Cirebon Naik Hampir 50 Persen, Ini yang Dominan
Selasa 22-09-2026,05:13 WIB
5 Tanaman Hias yang Cocok Disiram Kopi, Suka Tanah Asam, Kaya Organik dan Bisa Tumbuh Lebih Optimal
Terkini
Rabu 23-09-2026,02:00 WIB
Timnas Indonesia Ubah Skuad Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret
Selasa 22-09-2026,23:55 WIB
Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan, 6 Jenis Ini Bisa Jadi Dekorasi Sekaligus Penyegar
Selasa 22-09-2026,23:32 WIB
7 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Bisa Jadi Dekorasi Alami di Rumah, Cek Rekomendasinya
Selasa 22-09-2026,23:09 WIB
5 Tanaman Penyerap Bau dalam Ruangan yang Cocok Diletakkan di Kamar dan Ruang Tamu
Selasa 22-09-2026,22:57 WIB