KUNINGAN – Bagi para pihak, sikap Bupati H Acep Purnama MH terhadap PDAM dinilai misterius. Pasalnya, secara mendadak orang nomor satu di Kuningan tersebut menetapkan target setoran PAD begitu fantastis. Angka Rp10 miliar dianggap kurang realistis bagi sebagian pihak. “Kalau dari 500 juta ke 10 M itu sangat tidak realistis menurut saya. Beda halnya kalau awalnya sudah Rp7 miliar, pas naik Rp10 miliar itu masih dianggap kategori wajar,” ujar salah seorang pemerhati sosial politik Kuningan, Adi Rahmat Hidayat ST, kemarin (18/12). Perubahan drastis itu, imbuhnya, dikhawatirkan bisa membuat keresahan di kalangan masyarakat. Terutama ketika PDAM menerapkan kebijakan untuk menaikkan tarif air. Karena bisa dibayangkan akan seperti apa para pengelola BUMD itu mengencangkan ikat pinggang. “Kalau tarif air dinaikkan, siapa yang mau tanggung jawab?. Bukankah yang namanya PDAM berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat? bukan nyari untung,” kata dia bernada tanya. Bukan hanya kenaikan tarif, ia merasa khawatir pengolahan air nanti akan asal-asalan. Sebab biaya untuk pengolahan diperirit. Etos kerja karyawan PDAM bisa menurun akibat banyaknya keterbatasan anggaran. “Saran saya sih kalau memang perhitungannya bisa mencapai Rp10 miliar, ya jelaskan saja ke khalayak ramai. Biar mereka mengerti. Dan ketika masyarakat dikenakan kenaikan tarif air, mereka jadi mengerti juga,” ucapnya. Namun logika Adi sendiri merasa tidak masuk. Kendati targetnya Rp5 miliar pun dirinya merasa itu terlalu besar. Dia mengajak untuk menilik kembali sejarah pendirian PDAM sampai perjalanan pada awalnya. “Jangan sampai ada kesan bahwa PDAM itu perusahaan daerah yang dilahirkan pemda, tapi hanya sekadar melahirkan, akibat ketidaksanggupan mengurusi. Kayak anak tiri lah. Tapi ketika anak tiri itu sukses, baru diaku jadi anak kandung,” pintanya. Kemisteriusan bupati, menurut Adi, bisa dilihat dari keengganan mengabulkan ajuan 5 milyar untuk setoran PAD. Padahal, angka Rp5 miliar pun masih terbilang besar untuk ukuran BUMD yang baru saja bisa menyetor 500 juta. “Sebetulnya saya juga masih belum paham kenapa PDAM menyanggupi Rp5 miliar. Berarti kalau dulu dipatok PAD segitu pun kayaknya sanggup. Saya juga enggak ngerti kenapa pak bupati ngotot dengan angka Rp10 miliar,” pungkasnya. Sementara itu Radar Kuningan memperoleh keterangan PDAM telah menyanggupi setoran PAD senilai Rp5 miliar. Namun surat dari PDAM belum diteken oleh bupati. Sedangkan RAPBD 2017 harus segera ditetapkan. (ded)
Deal, PDAM Kuningan Sanggup Setor PAD Rp5 M
Senin 19-12-2016,12:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 11-03-2026,20:49 WIB
Tragis! Motor Hilang Kendali di Jalan Merdeka Cirebon, Pengendara Tewas di Tempat
Rabu 11-03-2026,18:00 WIB
Tabel Pinjaman KUR Mandiri 2026 Plafon Rp100 Juta, Simak Cicilan, Syarat, dan Cara Pengajuannya
Rabu 11-03-2026,17:00 WIB
Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Dua Gelombang, Catat Proyeksinya
Rabu 11-03-2026,17:30 WIB
Alasan Ezra Walian Layak Kembali ke Timnas, Marcos Reina Ungkap Fakta Berikut Ini
Rabu 11-03-2026,18:01 WIB
Cuaca Ekstrem di Cirebon! Puting Beliung Robohkan Puluhan Pohon di Desa Grogol
Terkini
Kamis 12-03-2026,16:30 WIB
Bazar Ramadan di Kejari Kabupaten Cirebon, Tersedia 1.000 Paket Sembako
Kamis 12-03-2026,16:07 WIB
PHBI Cirebon Gelar Rapat Persiapan Sholat Iedul Fitri
Kamis 12-03-2026,15:34 WIB
PGRI Cabang Khusus Kota Cirebon Mulai Susun Program Penting
Kamis 12-03-2026,15:02 WIB
Pesantren Al Hikmah dan Rumah Bunda Mulia Santuni Janda dan Yatim
Kamis 12-03-2026,14:40 WIB