MAJALENGKA - Proses pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) yang relatif lancar, ternyata tidak diikuti di proses pembahasan plafon prioritas anggaran sementara (PPAS) yang hingga Senin (19/12) masih cukup alot. Padahal rapat tersebut baru di internal badan anggaran (banggar). Rapat internal banggar tersebut diawali Jumat (16/12) guna membahas dan menginventarisasi ulang daftar permasalahan yang akan dibahas dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang juga diprediksi memakan waktu tidak sebentar. Pembahasan PPAS menjadi lebih lama karena sifatnya lebih rinci mengenai pos-pos pendapatan berikut pos belanja, yang menjadi prioritas sementara pemkab dalam menjalankan rumah tangga pemerintahan yang dibiayai APBD di tahun anggaran 2017. “Belum selesai, kemarin (Jumat, red) baru membahas permulaan di sektor pendapatan daerah. Sekarang mau mulai lagi dan nanti di pos sektor belanja daerah pasti lebih alot. Diperkirakan bakal masalah yang tidak sedikit pada pos belanja yang tertuang di PPAS,” ujar Ketua Fraksi PPP, Dede Aif Musoffa. Daftar inventarisir masalah (DIM) yang dibuat banggar sebelum diinventarisasi ulang dalam KUA-PPAS November lalu terdapat lebih dari 50 poin yang dituangkan dan dibahas dua arah bersama TAPD, kemudian tidak tuntas dan dilakukan inventarisasi DIM. Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi apakah pembahasan PPAS di tingkat banggar sudah final atau masih terus berproses. Namun, jika pembahasan PPAS di internal banggar sudah final, indikatornya bisa ditunjukkan dengan mengundang TAPD guna pembahasan dua arah. Sementara Ketua DPRD Tarsono D Mardiana menyebutkan, KUA sebagai struktur konstruksi RAPBD 2017 garis besarnya adalah peningkatan kapasitas akses pariwisata di Majalengka. Dengan meningkatkan kualitas pendukung pembangunan pariwisata yang sifatnya fisik maupun yang fundamental. Secara garis besar dijelaskan pula jika kebijakan umum anggaran mesti berorientasi pada pencapaian target-target pembangunan dan indeks pembangunan manusia (IPM). Sehingga rincian prioritas program yang akan dijalankan masing-masing OPD, harus mengarah pada output dan tujuan arah kebijakan umum anggaran. “Kemarin di KUA garis besarnya fokus pembangunan di sektor pariwisata dan sarana prasarana pendukung, infrastruktur maupun peningkatan kapasistas sumber dayanya. Yang tidak kalah penting adalah arah pencapaian IPM, sehingga prioritas anggaran harus diarahkan ke output sasaran itu,” tegasnya. (azs)
Banggar DPRD Majalengka Alot Bahas PPAS
Selasa 20-12-2016,15:05 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 14-07-2026,11:55 WIB
Kisah Pilu Lovanya, Korban Kecelakaan di Ciperna, Harus Hadapi Amputasi, Ayah - Ibu Meninggal
Selasa 14-07-2026,10:22 WIB
Polresta Cirebon Olah TKP Kecelakaan Truk Tronton di Tanjakan Ciperna, Sopir Ngaku Kehilangan Kendali
Selasa 14-07-2026,08:58 WIB
Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Terbaru Alami Kendala! Luke Vickery Gagal Debut di Piala AFF 2026?
Selasa 14-07-2026,05:32 WIB
Selain Vivo X300 Pro, 4 HP Flagship 2026 Ini Punya Kamera 200MP, Snapdragon Elite dan Baterai Jumbo
Selasa 14-07-2026,08:08 WIB
6 Rekomendasi HP Under 3 Juta Terbaik 2026, Pas Buat Pemula yang Suka Gaming dan Scrolling Medsos
Terkini
Rabu 15-07-2026,05:01 WIB
Coffee Morning Polres-Kejari Majalengka Pererat Koordinasi, Tegaskan Tetap Solid
Rabu 15-07-2026,04:42 WIB
6 HP Kamera Terbaik Harga Rp3 Jutaan, Hasil Foto Tajam, Jernih, & Cocok untuk Fotografi Kekinian!
Rabu 15-07-2026,04:42 WIB