BANDUNG – Tujuh perda perubahan yang telah dilakukan pembahasan akhirnya disahkan menjadi peraturan daerah (Perda). Namun, ketika akan disahkan ada sedikit perbedaan pendapat antara anggota fraksi yang mempermasalahkan penandatanganan yang harus dilakukan oleh gubernur. Sedangkan gubernur sendiri sudah memberikan mandatnya kepada wakil gubernur sebagai plh. Sebab, saat ini posisi gubernur sedang melakukan kunjungan kerja keluar negeri. ”Itu saja sih, dan masalah ini adalah hal biasa saja, dalam setiap paripurna,” jelas Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara ketika ditemui di Gedung DPRD kemarin (18/4). Menurutnya, ke-7 perda tersebut rata-rata telah terjadi perubahan yang kedua kalinya. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan tuntutan kebutuhan. Sehingga, apa yang belum tertuang ditambahkan kedalam Perda tersebut. Selain itu, dalam mekanisme pembahasan ke-7 perda ini dilakukan pembahasan oleh dua Pansus yaitu 9 dan 10 dengan melakukan evaluasi pembahasan dan melakukan kunjungan kerja ke berbagai tempat. Tujuannya, melakukan pembanding dan menerima masukan. Adapun perda perubahan tersebut adalah, kata dia, tentang pengelolaan air tanah, pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, penyelenggaraan perhubungan, Penyelenggaraan perijinan terpadu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aerocity, Pendirian Jasa Sarana Jabar, Penyelenggaraan pendidikan. Selain itu dalam agenda lainnya, kalangan dewan juga mendengarkan Jawaban Gubernur atas usulan 5 Raperda yang diusulkan Pemprov Jabar untuk selanjutnya dilakukan pembahasan lebih lanjut dalam pansus. Adapun 5 Raperda yang akan segera dibahas tersebut di antaranya, tentang perubahan aturan provinsi Jawa Barat tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018. Kemudian, Raperda tentang Urusan Pemerintahan Daerah, Raperda tentang perseroan terbatas Agronesia Jabar, Raperda tentang perubahan bentuk hukum perusahaan daerah Jasa dan Kepariwisataan daerah, dan Raperda Penyertaan modal provinsi Jabar kepada BUMD. ”Raperda-Raperda tersebut nantinya akan langsung di bahas dalam Pansus II dan III untuk menghasilkan produk Perda demi kelangsungan pembangfunan di Jabar,” pungkas Irfan. (yan/rie)
Tok! DPRD Jabar Sahkan 7 Perda Perubahan
Rabu 19-04-2017,07:35 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 27-05-2026,16:00 WIB
Toyota Yaris Bekas Terbaik Keluaran Tahun Berapa? Ini Pilihan Paling Worth It di 2026
Rabu 27-05-2026,19:01 WIB
Momen Iduladha, Yayasan Al Mumtaz Distribusikan 8 Hewan Kurban
Rabu 27-05-2026,18:30 WIB
Semangat Berbagi Iduladha, Masjid Al Husna GSP Cirebon Catat Kenaikan Hewan Kurban
Kamis 28-05-2026,02:00 WIB
Timnas Spanyol Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Generasi Emas La Roja Siap Menggila
Rabu 27-05-2026,21:08 WIB
Skuad Resmi Belanda untuk Piala Dunia 2026 Dirilis, Koeman Bawa Banyak Nama Tak Terduga
Terkini
Kamis 28-05-2026,14:01 WIB
Bus Kebakaran di Rawaurip Cirebon, Sopir: Awalnya Asap Keluar dari AC
Kamis 28-05-2026,14:00 WIB
Pemkab Cirebon Percepat Penanganan Banjir Rob di Ambulu, Warga Harap Solusi Permanen Segera Terwujud
Kamis 28-05-2026,13:30 WIB
Cair! Stimulan RT, RW dan LPM Kabupaten Kuningan Capai Rp299,5 Juta
Kamis 28-05-2026,13:00 WIB
Masjid Miftahul Jannah Cirebon Pelopori Qurban Digital, Siap Wakafkan Sistem ke Seluruh Indonesia
Kamis 28-05-2026,12:30 WIB