JAKARTA- Seiring semakin hangatnya isu melambungnya harga bawang putih, kemarin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kementerian perdagangan ingin memastikan bahwa tambahan pasokan mulai digelontorkan kemarin, mampu menekan harga bawang putih yang sebelumnya menyentuh kisaran Rp60-65 ribu per kg. Menteri yang akrab disapa Enggar itu mengakui, dalam beberapa hari terakhir harga bawang putih sempat melambung. Untuk mencegah harga semakin melejit, pemerintah menambah pasokan bawang putih dari impor. ”Hari ini masuk 3 kontainer, sudah diterima pedagang-pedagang besar, dan setelah dibicarakan mereka berani lepas seharga Rp36 ribu per kilogram untuk konsumen,\" ujar Enggar. Namun kemarin saat melakukan sidak, sejumlah pedagang masih menjual bawang putih dengan harga di atas Rp38 ribu per kilogram seperti yang ingin ditetapkan. Harga bawang putih di pasar Induk masih dijual dengan harga pada kisaran Rp46 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram. Bahkan beberapa penjual masih mematok harga Rp55 ribu per kilogram. Makdun (42) salah seorang pedagang di Pasar Induk mengatakan bahwa sampai kemarin belum ada bawang putih yang dijual dengan harga Rp36 ribu per kilogram. Dia sendiri menjual bawang putih dengan harga Rp55 ribu per kilogram. “Sudah lebih dari sepekan ini naik harga segitu. Ya dimana kami pedagang ngikut saja harga yang memasok. Kalau dari sananya mahal, kami jualnya juga mahal,” ujar Makdun. Dirinya menambahkan harga bawang putih yang sempat meroket tajam beberapa waktu lalu disebabkan karena stoknya yang sedikit. ”Kalau sudah ditambah pasokannya ya seharusnya bisa turun. Tapi belum tahu, kita lihat nanti saja,” ujarnya. Menanggapi masih bervariasinya harga di pasar, Enggar menampik bahwa harga bawang putih yang masih dijual di atas Rp38 ribu adalah stok lama. Dirinya menoleransi pedagang yang masih menjual bawang putih stok lama tersebut dengan harga di atas Rp38 ribu sampai stok tersebut habis. “Itu harga untuk stok yang lama. Kita toleransi. Tapi dia tidak akan lama, karena bagaimana dia mau jual dengan harga mahal, tapi yang lain murah. Dia tidak akan laku,\" terang Enggar. Menurut dia, sampai akhir Mei ini akan masuk total 7.672 ton tambahan pasokan yang akan di suplai di Jakarta. Mendekati masa Ramadan, Kementerian Perdagangan bersama dengan satgas pemantauan harga pangan mengaku akan terus melakukan sidak ke pasar-pasar demi memastikan semua harga kebutuhan pangan aman terkendali. “Kami peringatkan, jangan ada distributor yang mau main-main, dengan menunda melepas stoknya. Setelah ini pasokan akan langsung kami guyur di pasar. Kita tidak akan beri ampun,\" tegas Enggar. (agf)
Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Mendag: Distributor Jangan Main-main
Sabtu 13-05-2017,10:35 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,11:50 WIB
Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta vs Dewa United di BRI Super League, Taisei Siap Tantang Rizky Ridho?
Sabtu 31-10-2026,18:29 WIB
Hasil Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026: Veda Ega Pratama Start dari Baris Ketiga
Sabtu 31-10-2026,05:00 WIB
Anggaran Jaminan Kesehatan Kabupaten Cirebon 2027 Terbatas, Hanya 162 Ribu Warga Bisa Ter-cover
Sabtu 31-10-2026,08:43 WIB
Meramal Peluang Rafael Struick Gantikan Ole Romeny di Timnas untuk FIFA Matchday 2026, Bisa?
Sabtu 31-10-2026,06:48 WIB
Usir Serangga dan Pembuat Kantuk, Ini 4 Rekomendasi Tanaman Hias Pengusir Serangga di Kamar Paling Efektif
Terkini
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
Memori Besar dan Baterai Badak! Ini 4 Hp Xiaomi Budget Pelajar Terbaik di Akhir 2026
Minggu 01-11-2026,04:34 WIB
4 Rekomendasi HP Samsung yang Paling Tahan Lama dengan Budget Pelajar, Mulai Rp1 Jutaan Aja!
Minggu 01-11-2026,04:33 WIB
Timnas Indonesia Kena PHP! 2 Pemain Ini Gagal Naturalisasi, Ada yang Menolak dan Tidak Sesuai Regulasi
Minggu 01-11-2026,02:01 WIB
Bulan Guru Nasional 2026 Bawa Kabar Gembira, 172 Ribu Guru Non-ASN Segera Diangkat ASN
Sabtu 31-10-2026,23:53 WIB