CIREBON - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon diminta cepat tanggap untuk melakukan penanggulangan virus kerdil hampa yang tengah menyerang ribuan hektare areal lahan pertanian padi di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selain mengakibatkan gagal panen, virus tersebut dikhawatirkan belum mati sepenuhnya, sehingga akan mengancam petani yang akan memulai proses tanam ulang. “Saya yakin dinas sudah tahu, dan sekarang sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini (virus kerdil hampa, red). Tentunya penanganan segera harus dilakukan untuk memastikan virus-virus ini mati dan tidak mengancam petani,” ujar Ketua Komunitas MSP Indonesia, Bambang Mujiarto ST saat dihubungi Radar, Jumat (2/6). Menurut Bambang, varietas yang banyak terserang virus tersebut rata-rata varietas hibrida. Dia pun mengajak seluruh petani untuk kembali menggunakan bibit atau varietas unggul lokal yang lebih tahan terhadap penyakit, dan tidak terlalu membutuhkan banyak pupuk. “Memang varietas lokal tidak jaminan tidak terserang virus ini. Tapi minimal varietas lokal yang baru lebih kuat, tidak mudah terserang penyakit ataupun virus,” imbuhnya sembari meminta Dinas Pertanian bergerak cepat untuk mencari solusi. Sementara itu, salah seorang petani asal Desa Astanamukti, Mashudi mengatakan, jika saat ini petani tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena virus tersebut sudah kadung menyebar dan tidak bisa dikendalikan. Tanaman padi tersebut kini hanya bisa dibiarkan begitu saja, sehingga kondisinya kalah tinggi dengan rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman padi. “Sudah tidak bisa diselamatkan, semuanya terjangkit. Padinya menguning, lama-lama kering dan lama-kelamaan mati. Daripada rugi lebih banyak, kita biarkan saja. Kalau ada yang minat ya buat pakan kambing, yang punya modal ya ganti, tidak tanam padi tapi tanam kangkung dan lainnya. Yang penting jangan padi dulu,” paparnya. Terpisah, Ketua HKTI Kabupaten Cirebon, Tasrip Abubakar mengatakan, setidaknya ada 2.000 hektare lahan pertanian padi yang terserang virus kerdil hampa. Dari angka tersebut, sedikitnya 800 petani terdampak dan mengalami kerugian. “Kalau untuk pengaruh kepada kebutuhan dan harga gabah tentu pasti ada. Tapi kita kan belum tahu, nunggu musim panen dulu,” ungkapnya. (dri)
Diserang Virus Kerdil, Ratusan Petani Gagal Panen
Sabtu 03-06-2017,21:05 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,08:12 WIB
Mencekam! Kebakaran Kios Mie Ayam di Cirebon, Pemilik Pingsan di Kamar Mandi
Jumat 03-04-2026,07:59 WIB
Ono Surono Muncul di Cirebon setelah Rumahnya Digeledah KPK, Pilih Bungkam Soal Kasus
Jumat 03-04-2026,02:00 WIB
Razia Miras Malam Hari di Kedawung, Polisi Amankan Penjual Tanpa Izin
Jumat 03-04-2026,09:30 WIB
Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Seperti Ini Respons Taktis John Herdman
Jumat 03-04-2026,10:00 WIB
Demo di Indramayu Tolak PSN Revitalisasi Tambak, Massa Mengancam Gelar Aksi Lebih Besar
Terkini
Jumat 03-04-2026,21:00 WIB
Restorative Justice dalam Hukum Acara Pidana: Mendorong Keadilan yang Lebih Humanis
Jumat 03-04-2026,20:30 WIB
Disnakertrans Jabar: WFH Bukan Libur, Karyawan Tetap Harus Bekerja
Jumat 03-04-2026,20:02 WIB
Hector Souto Umumkan Skuad Final, Ini Daftar Pemain Timnas Futsal Indonesia
Jumat 03-04-2026,19:35 WIB
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan
Jumat 03-04-2026,19:01 WIB