Percaya Sam Po Kong Pelindung Pelaut

Kamis 15-06-2017,14:00 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali

Kelenteng Phanan Choeng menjadi salah satu obyek di Ayuttaya, Thailand, yang paling ramai dikunjungi wisatawan. Ketika datang Sabtu siang (10/6), kami nyaris kehabisan tempat parkir di lahan berkapasitas 200 kendaraan tersebut. Bangunan kelenteng berukuran 100x200 meter itu penuh sesak dengan orang. Laporan KARDONO S dan BOY SLAMET dari Ayuttaya, Thailand SEPERTI kelenteng-kelenteng lainnya, kelenteng tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan. Yang pertama adalah tempat persembahyangan. Begitu datang, ada sebuah tempat persembahyangan dengan hio, persis di bawah banner bertulisan Sam Po Kong. Masuk lebih ke dalam, ada dua tempat persembahyangan. Kali ini yang menjadi obyek adalah dua patung Buddha. Kemudian, pertunjukan utama adalah ruangan inti. Ada patung Buddha emas duduk terbesar di Thailand setinggi 19 meter. Di sisi barat kelenteng terdapat dermaga kecil di tepi Sungai Chao Praya. “Anda bisa langsung ke Bangkok naik kapal. Tapi lama sekali. Berkelok. Jaraknya bisa mencapai 250 km,” kata Sandy Sai, pemandu yang mengantar kami ke Ayuttaya. Menurut dia, Kelenteng Sam Po Kong merupakan salah satu kelenteng paling utama yang menjadi jujukan di Ayuttaya. “Apalagi saat hari libur, tidak ada habisnya,” ujarnya. Umat Buddha di Thailand, bahkan Tiongkok, menganggap penting situs patung Buddha tersebut. Sebab, mereka percaya bahwa patung Buddha Luang Pho Tho (istilah Thailand untuk Sam Po Kong) adalah Buddha pelindung para pelaut. Selain kelenteng itu, di seluruh penjuru Ayuttaya memang bertebaran situs sejarah. Yang paling terkenal tentu saja Wat Amathat alias Candi Amathat yang merupakan bekas kompleks istana Kerajaan Ayuttaya Kuno. Di kompleks istana itu ada satu tempat yang menjadi daya tarik paling luar biasa. Yakni, patung kepala Buddha seperti dipangku akar-akar pohon Boddhi. Kepala itu seolah terlihat tiba-tiba nongol dari balik akar pohon Boddhi. “Ada penjelasan resminya. Sebenarnya itu adalah kepala patung Buddha yang terjatuh,” jelas Sandy. “Nah, posisi jatuhnya persis di tempat akar pohon Boddhi yang akan tumbuh,” imbuhnya. Selanjutnya yang terjadi adalah peristiwa alam biasa. Akar pohon Boddhi tumbuh dan mengangkat patung kepala Buddha di situ. Hanya, peristiwa alam tersebut sangat jarang terjadi dan hasilnya menunjukkan sesuatu yang terlihat magis. (*/c5/nw)

Tags :
Kategori :

Terkait