ICMI Tidak Boleh Memasuki Gelanggang Politik Praktis

Selasa 20-06-2017,16:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi

KUNINGAN - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kuningan resmi terbentuk. Terbentuknya ICMI Orda Kuningan ini ditandai dengan dilantiknya 70 pengurus ICMI Orda Kuningan di Gedung Student Center Universitas Kuningan(Uniku), belum lama ini. Pelantikan dilakukan oleh Ketua ICMI Orwil Jawa Barat Prof Dr H Moh Nadjib MAg. Dalam sambutannya, Najib mengatakan kehadiran ICMI di Kuningan diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat seluas-luasnya. “Kami sangat mengapresiasi terbentuknya ICMI Kuningan ini. organisasi ICMI bukan organisasi profit, tetapi organisasi yang intelektual. Semoga kehadirannya akan bermanfaat untuk umat,” harap Nadjib. Sementara itu, Ketua ICMI Orda Kuningan terpilih Dr H Iskandar Hasan MM mengatakan, pihaknya tidak mau organisasi yang dipimpinnya tersebut dirasuki oleh kepentingan-kepentingan politik. Apalagi menjelang Pilkada 2018, Iskandar menandaskan ICMI tidak akan memasuki gelanggang politik praktis. “Siapapun tidak boleh menggunakan organisasi ini untuk kepentingan politik praktis,” kata Islandar. Pada kesempatan yang sama, Iskandar juga mengatakan, ia merasa awalnya khawatir saat rekan-rekannya mendorong dia menjadi ketua ICMI Orda Kuningan. “Saya khawatir menjadi latah. Latah dukung mendukung. Tapi energi besar ini perlu mendapat saluran. Sehingga saya katakan mari kita bentuk ICMI di Kuningan dengan syarat keinginan itu tumbuh dari bawah,” ucapnya. Melihat jumlah pengurus yang mencapai 70 orang, mantan Rektor Uniku itu merasa bersyukur karena menandakan dorongan tersebut betul-betul muncul dari bawah. Personel pengurusnya pun benar-benar “berwarna”dengan latar belakang yang berbeda-beda. “Saya ingin hindari narasi besar. Program yang akan digulirkan lebih baik yang konkret-konkret saja. Yang jelas ICMI harus menjadi organisasi independen, mandiri, berkeberpihakan pada umat. Mari kita luruskan niatan kita dalam rangka beramal saleh dan bagaimana memberi manfaat bagi umat, bukan karena latah,” ajaknya. Sementara itu, Staf Ahli Bupati H Dodi Nurohmatudin MP mewakili Bupati H Acep Purnama SH MH yang berhalangan hadir menyebutkan sejarah berdirinya ICMI tahun 1990 silam dimotori oleh aktivis mahasiswa masjid. “Setelah dilakukan kajian dan bersilaturahmi ke BJ Habibi dan Presiden Soeharto, ICMI terbentuk tahun 1990 di Unbraw Malang,” terang Najib. Sambi l menunggu beduk Magrib tiba, acara diisi tausiyah dengan menghadirkan Prof Dr H Cecep Sumarna MAg yang juga salah seorang guru besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Poin utama yang disampaikannya, ICMI harus tampil menjadi katalisator organisasi-organisasi yang ada. “ICMI itu berwarna, jadi tidak bisa dibawa ke salah satu gerbong. Kemudian, setiap aktivitasnya mulai berdiri, duduk dan berbaring, seorang cendikia itu berpikir untuk memberikan kontribusi kepada umat,” pesan Cecep. (muh)  

Tags :
Kategori :

Terkait