SAINT PETERSBURG - Arturo Vidal, Alexis Sánchez, Claudio Bravo dan Gary Medel pernah berdiri bersama mengukir kejutan di Santiago, Cile. Dua tahun lalu, di Copa America, tidak ada yang menjagokan mereka juara. Tapi, keempatnya sukses mengantar Cile membekuk Argentina yang notebene lebih difavoritkan juara. Mereka pun kembali berdiri bersama dengan panji La Roja – julukan Cile – tahun lalu di ajang dan lawan yang sama. Tepatnya di Copa America Centenario. Nah, dini hari nanti WIB di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, mereka tetap berdiri bersama melawan juara dunia 2014 Jerman pada final Piala Konfederasi 2017 (Siaran Langsung RTV pukul 01.00 WIB). Pertanyaannya, dapatkah kali ini mereka kembali mengangkat trofi pada tahun ketiganya beruntun? \'\'Kami bukan favorit, jika kami difavoritkan, lebih baik kami tidak ke sini. Tapi kami punya mentalitas, dengan segala respek ke Jerman, kami punya mental keluar dari tekanan, lalu memenanginya,\'\' kata Sanchez, dikutip AS. Bukan hanya jadi trofi Piala Konfederasi pertama di edisi pertama berpartisipasi, mampu mengalahkan Jerman berarti jadi torehan ketiga Cile di tiga major tournament beruntun. Ditarik ke belakang, cuma ada tiga negara yang bisa juara tiga kali atau lebih secara beruntun. Tiga tim tersebut di antaranya Brasil, Argentina, dan Prancis. Seperti apa yang disebut media-media di Cile, tres, yang artinya tiga. Itu yang kini sudah ada dalam bayangan Cile. Bahkan, Sanchez tak mempedulikan kutukan juara Piala Konfederasi yang susah juara di Piala Dunia. \'\'Kini kami ingin jadi juara, dan semoga bisa kembali ke Rusia tahun depan lalu bertarung untuk jadi juara,\'\' klaimnya. Kecuali Medel dan Bravo, Sanchez dan Vidal selalu jadi kekuatan Cile dalam empat laga sejak fase grup. Saat ditahan Jerman 1-1 pada laga fase grup di Kazan (23/6), cuma Bravo yang absen. Namun dari situ sudah dapat diketahui kunci Juan Antonio Pizzi sebagai entrenador Cile bagaimana caranya menekuk Die Mannschaft, julukan Jerman. Cile perlu mengulangi dominasi penguasaan bola atas Jerman yang notebene tim dengan ball possession terbaik di Piala Konfederasi. Begitu pula dengan pressure tinggi dan kecerdikan Cile dalam mereduksi pemain Jerman membuat peluang. Hanya, mereka harus lebih bagus lagi, terutama dalam manajemen fisiknya yang malah anjlok di babak kedua. Begitu pula dengan buruknya efektivitas golnya. Hanya mencetak satu gol dari 11 shots-nya itu bukan catatan bagus. Sanchez pun gagal mencatat shots on goal. \'\'Perbanyaklah peluang dan gol pun akan datang,\'\' sebut Pizzi, dikutip situs resmi FIFA. Bagi Pizzi, dia bisa mengoleksi dua trofi juara dalam dua tahun era kepelatihannya di Cile. Vidal, dilansir Sport 1, meminta rekan setimnya mengusung hal yang beda dibandingkan duel di Kazan. \'\'Lebih berambisilah memberi trofi bagi Cile, anggap turnamen ini seperti tampil di Piala Dunia, dan jika kami menang maka kami bisa memberi sinyal bagi tim lainnya di tahun depan, bahwa kami juga tim terbaik dunia,\'\' koar Il Guerriero, julukannya. Mudahkah itu? Apalagi Jerman datang ke final dengan motivasi menyamai sukses skuad U-21-nya yang baru saja menjuarai Euro U-21 mengalahkan Spanyol 1-0 di final kemarin WIB (1/7). Seperti tantangan Bild, mampukah dua gelar didapatkan dalam tiga hari? \'\'Tidak ada yang bisa meramalkan final,\'\' ucap Joachim Loew, der trainer Jerman, dikutip situs Deutchland. Setidaknya, sama seperti Cile, Loew sudah paham bagaimana meladeni perlawanan Cile. Dalam konferensi pers-nya tadi malam WIB, Jogi – sapaan akrab Loew – menyebut bahwa di laga nanti akan ada sedikit perubahan formasi dibandingkan laga semifinal. Menurutnya, ada sedikit koreksi dari kekuatan timnya saat ditahan Cile 1-1. \'\'Tentunya, kami ingin meningkatkan tekanan di lini depan dibandingkan pertemuan pertama,\'\' ungkapnya. Tapi, Loew tidak membeberkan perubahan seperti apa yang akan dia lakukan. Tak cuma rotasi pemain, dia juga bisa mengganti formasinya. Terutama dengan formasi tiga beknya yang bisa berubah jadi empat bek, menyesuaikan karakter tekanan Cile. Pelajaran dari Kazan, bek-bek Jerman tidak lebih cepat ketimbang para pemain menyerang Cile. \'\'Kami akan coba mencapai puncak performa apabila ingin menang di laga ini,\'\' sebut Loew, dikutip FAZ. (ren)
Cile vs Jerman, Lupakan Kutukan
Minggu 02-07-2017,16:05 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 03-09-2026,13:01 WIB
Kecelakaan di Cirebon Tadi Malam, Diduga Lawan Arah, 2 Motor Tabrakan Dekat Stasiun Prujakan
Kamis 03-09-2026,11:04 WIB
Dipercaya Bawa Kemakmuran & Energi Positif, Ini 5 Tanaman Hias Pembawa Hoki untuk Dekorasi Rumah
Kamis 03-09-2026,13:24 WIB
Batal Konferensi Pers Terkait Kasus Deposito Emas Hilang di BJB Syariah, William Gunawan: Sudah Atensi Polri
Kamis 03-09-2026,04:55 WIB
Cicilan Polytron Fox 350 September 2026, Motor Listrik Rp15 Jutaan, dengan Mesin Gacor 3000W, Jarak 130 Km
Kamis 03-09-2026,09:00 WIB
Suzuki Grand Vitara 2023 Bekas Makin Terjangkau, Mesin 1.5, SHVS, Kamera 360, Sunroof dan Fitur Premium
Terkini
Jumat 04-09-2026,02:02 WIB
Timnas Indonesia U-20 Hajar Laos 3-0, Garuda Muda Puncaki Klasemen Grup H
Kamis 03-09-2026,23:02 WIB
Prabowo Minta Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia Berbuah Proyek Nyata, Bahlil Siap Kawal
Kamis 03-09-2026,22:41 WIB
Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Investasi di Indonesia, Dorong Bangun Industri Bersama
Kamis 03-09-2026,22:37 WIB
Truk Tangki Terguling Usai Gagal Nanjak di Dukupuntang Cirebon, Dua Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Kamis 03-09-2026,22:30 WIB