INDRAMAYU–Ada yang berbeda pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SDN tahun pelajaran 2017/2018 ini. Yakni diterapkannya kebijakan pembatasan kuota siswa dalam kelas. Merujuk pada Peraturan Mendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB, disebutkan bahwa calon siswa baru kelas 1 SD dalam satu ruang kelas maksimal diisi 28 siswa. “Betul, Untuk SD paling sedikit 20 siswa dan paling banyak 28 siswa. Kalau dulu masih bebas, sekarang kuotanya dibatasi,” ujar Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sukra H Patoni SPd kepada Radar. Sejauh ini, lanjut dia, belum muncul persoalan dengan kebijakan pembatasan kuota peserta didik SD itu. Sebab, meski masa PPDB sudah dibuka sejak Senin (3/7) lalu, namun jumlah pendaftar belum signifikan. Kemungkinan besar orang tua murid baru akan mendaftarkan anaknya bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. “Kalaupun nanti ada komplain, semua panitia PPDB dan sekolah sudah diberikan panduan teknisnya,” jelas Patoni. Teknis itu di antaranya jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka sekolah dapat membuka dua rombongan belajar (rombel) jika tersedia. Tapi apabila hanya memiliki satu kelas maka dilakukan seleksi terhadap para pendaftar. Seleksinya melalui keterpaturan usia atau lokasi asal calon siswa. “Yang usianya paling tua atau tempat tinggalnya paling dekat itu diutamakan,” ungkapnya. Kendati terdapat kebijakan pembatasan kuota, dia meyakini tidak akan terjadi masalah. Pasalnya, mayoritas SD-SD di wilayah Kecamatan Sukra peserta didiknya tidak pernah melebihi kuota. “Di kita malah kelebihan rombel,” ucapnya. Menurut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gabus Wetan Sinar Agung MSi, pembatasan kuota siswa juga dimaksudkan untuk pemerataan. Sehingga tidak ada lagi SD yang kelebihan maupun kekurangan murid. Disamping itu, pembatasan kuota agar proses pembelajaran di kelas lebih efektif. “Saat ini kami masih melakukan sosialisasi penerapan satu kelas 28 siswa. Siswa memang dibatasi di dalam kelas karena kalau siswa terlalu banyak misal sampai 40 siswa per kelas atau malah lebih proses pembelajaran kurang efektif,” terangnya. (kho)
Tingkat SD, Satu Kelas Hanya 28 Siswa
Jumat 07-07-2017,18:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,08:28 WIB
Momen Mudik Artis Olivia Jensen di Cirebon, Kunjungi Keraton Kacirebonan dan Keluarga
Minggu 22-03-2026,09:30 WIB
Final Carabao Cup 2026: Arsenal vs Manchester City, Duel Panas Arteta dan Guardiola
Terkini
Minggu 22-03-2026,23:00 WIB
Diskon Tarif Tol Arus Balik Lebaran 2026 Capai 30 Persen, Catat Jadwal dan Rutenya
Minggu 22-03-2026,22:00 WIB
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama
Minggu 22-03-2026,21:27 WIB
Geger! Pria Ditemukan Tewas di Dasar Balong Kesenden Cirebon, Begini Kronologinya
Minggu 22-03-2026,21:00 WIB
Cara Memilih Laptop untuk Kerja dan Gaming agar Tidak Overbudget
Minggu 22-03-2026,20:00 WIB