Soal 5000 Senpi Ilegal, Jenderal Gatot Sebut Bukan Informasi Intelijen

Kamis 28-09-2017,12:05 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan

JAKARTA - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pernyataannya soal dugaan pembelian 5000 senjata api ilegal bukan berasal dari informasi intelijen. Dia menegaskan, semua informasi intelijen yang diperolehnya hanya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. “Karena informasi intelijen yang saya dapatkan hanya boleh diberikan kepada presiden. Pernyataan saya pas acara purnawirawan itu bukan informasi intelijen,” kata Gatot usai menjadi pembicara di diskusi “Pancasila dan Integrasi Bangsa yang digelar Fraksi PKS di gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/9). Gatot pun menjelaskan secara terperinci apa yang dimaksudkan dengan informasi intelijen itu. Menurut Gatot, informasi intelijen itu harus mengandung siapa, apa yang dilakukan dan dimana dilalukan. Nah, tutur Gatot, bentuk informasi intelijen yang mengandung unsur-unsur inilah yang hanya akan disampaikannya kepada presiden selaku panglima tertinggi TNI. Selain presiden, juga kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Saya hanya akan menyampaikan apa yang saya tahu kepada presiden atau kalau saya dipanggil DPR. Selain itu saya tidak bisa menyampaikan,” tegas jenderal bintang empat berperawakan tegap ini. Seperti diketahui, Gatot mengungkapkan soal pembelian 5 ribu senjata api itu saat bersilaturahmi dengan purnawirawan TNI di aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur akhir pekan lalu. Ketika itu Gatot mengklaim informasi tersebut sebagai data intelejen berstatus A1 alias terpercaya dan bisa dipertanggunjawabkan. \"Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini. Datanya kami akurat, data intelijen kami akurat,\" kata dia dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Hanura Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tersebut. (boy/jpnn)

Tags :
Kategori :

Terkait